Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Puncak Liburan, Kemenhub Ingatkan Maskapai Patuhi Ketentuan Tarif

Dibaca : 354

Jakarta, Prokabar — Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Polana B. Pramesti mengingatkan, semua maskapai penerbangan dalam memberlakukan tarif wajib mematuhi ketentuan yang ada.

“Penjualan tiket, baik di hari biasa maupun pada musim puncak (peak season) seperti Lebaran, Natal dan Tahun Baru (Nataru) wajib mengikuti sebagaimana yang tertera dalam PM nomor 14/2016 terkait besaran tarif batas atas dan batas bawah,” tegas Polana.

Pada saat libur akhir tahun, baik Natal dan Tahun Baru, biasanya maskapai memberlakukan tarif yang berbeda dibandingkan pada hari biasa, hal tersebut wajar dilakukan sesuai dengan banyaknya permintaan perjalanan.

“Yang perlu diingat oleh maskapai, bahwasanya Pemerintah mengawasi besaran harga tiket yang dijual oleh kalian, dan pastikan hingga saat ini tidak ada maskapai yang menjual harga tiket di atas tarif batas atas yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Polana.

Apabila ada maskapai yang melanggar ketentuan tersebut, lanjut Polana, maka pihaknya akan menindak sesuai ketentuan, mulai dari peringatan, pengurangan frekuensi, penundaan pemberian izin rute, denda administratif hingga pembekuan rute penerbangan. Lebih lanjut Polana menjelaskan, tarif angkutan udara tidak berbanding lurus dengan keselamatan.

“Core business industri transportasi udara adalah keselamatan. Standar keselamatan tidak terpengaruh oleh tinggi atau rendahnya tiket yang dibayar penumpang. Kelas ekonomi ataupun bisnis semuanya harus memenuhi standar keselamatan. Adapun yang dapat diberikan berbeda kepada penumpang adalah pelayanan,” kata Polana.

Pemerintah telah menetapkan kelompok pelayanan bagi penumpang pesawat udara, sebagai contoh: jenis makanan, hiburan dalam penerbangan, majalah dan koran atau bahan bacaan lainnya dan lain sebagainya.

Namun begitu, Polana juga mengingatkan agar penetapan tarif oleh maskapai diharapkan disesuaikan dengan kemampuan daya beli masyarakat, dan memperhatikan kelangsungan usaha. (*/hdp)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top