Puncak Kabun Taranak Dikembangkan Sebagai Agrowisata, ini Kata Wali Nagari Painan Selatan

Penulis -

Senin, 4 Maret 2019 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Pemerintah Nagari Painan Selatan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), membangun jalan usaha tani sepanjang 1,2 kilometer di Bukit Kabun Taranak, untuk dikembangkan sebagai ikon agrowisata daerah setempat.

Wali Nagari Painan Selatan, Martodi, mengatakan, saat ini pengembangan pariwisata di nagari itu, tidak terpusat di Carocok atau Bukit Langkisau saja. Namun, pengembangan pariwisata berbasis alam juga merupakan langkah strategis sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

“Saat ini, kami membuka jalan usaha tani sepanjang 1,2 kilometer lebar 9 meter dengan anggaran sebesar 200 juta bersumber dari dana desa (DD). Masing masing masyarakat kelompok tani mendukung penuh program ini dengan cara menghibahkan tanah mereka yang terdampak pembangunan jalan,” ujarnya di Painan Senin (4/3).

Martodi mengatakan, pemetaan lokasi agrowisata yang dituju yakni antara puncak Bukit Kabun Taranak hingga ke Kampung Sungai Nipah, Kecamatan IV Jurai. Menurutnya, lahan tersebut bakal diisi dengan tanaman durian yang nantinya dibantu oleh pihak nagari.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Nanti masyarakat pemilik lahan akan kita bantu bibit durian. Sebab, tanaman itu bisa kita unggulkan menjadi daya tarik. Pengunjung bisa datang saat musim durian sembari menikmati pemandangan laut nan menakjubkan di puncak Kabun Taranak,” ujarnya.

Menurutnya, program pembukaan jalan usaha tani awalnya berdasarkan permintaan kelompok tani Pincuran Boga Saiyo dengan anggota sebanyak 19 KK. Mereka masing masingnya sudah memiliki lahan 1 sampai 2 hektare di lokasi itu yang saat ini diisi dengan tanaman gambir, pala, pisang dan sebagainya.

“Di kiri dan kanan jalan agrowisata sepanjang 1,2 hektare itu, kita upayakan menanam tanaman buah-buahan selengkapnya. Dengan demikian, disamping berekreasi, wisatawan juga bisa menikmati buah-buahan sebagai oleh-oleh,” ujarnya lagi.

Ia menambahkan, untuk pasokan air sebagai keperluan tanaman, nantinya akan dibangun saluran irigasi disekitar area tersebut, sehingga akan menjadi agrowisata yang sangat menarik.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Wisatawan akan berkunjung ke sana, karena daya tariknya bukan saja dari alamnya nan indah dan menarik, tetapi juga dengan adanya beragam tanaman dan buah-buahan.

Pada tahun ini pengembangan agrowisata di daerah itu dapat terwujud. Kemajuan suatu daerah khususnya Nagari Painan Selatan, tak terlepas dari dukungan semua pihak termasuk Pemkab Pessel melalui dinas terkait, harapnya.

“Kita berharap setelah jalan ini selesai, bagaimana kedepannya masyarakat bisa mengembangkan agrowisata ini menjadi lebih baik lagi. Hal ini tentunya tidak lepas dari campur tangan pemerintah daerah setempat. Sebab, sejak 2012 masyarakat Nagari Painan Selatan, khususnya nelayan disekitar Carocok sudah kami terapkan menjadi nelayan wisata,” tuturnya.

Diketahui, pada tahun 2018 ini Nagari Painan Selatan memiliki anggaran DD Rp740 juta dan ADD Rp466 juta dengan total Rp1,1 miliar. Anggaran direalisasikan untuk pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Salah seorang masyarakat Nagari Painan Selatan, Eri (53) mengakui bantuan ADD berbeda dengan program seperti bantuan tunai, sembako atau tunjangan sejenis yang kadang menimbulkan ketergantungan, perselisihan dan kecurigaan, dana desa justru sebaliknya yakni menumbuhkan swadaya, kebersamaan dan keterbukaan. Hal ini karena hasilnya terlihat jelas dan manfaatnya dirasakan bersama.

Ia menambahkan, perhatian terhadap kepentingan Nagari melalui dana desa berdampak telah mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Gerakan sosial warga tumbuh kembali dalam bentuk kegiatan gotong royong dan kerja bakti.

Dengan kegiatan yang berbasis gotong royong, masyarakat semakin sadar, berbagai permasalahan desa dapat berjalan dengan lancar dan mudah diatasi.

Tidak hanya yang bersifat fisik, berbagai kegiatan non fisik seperti pelatihan seni budaya juga mendapatkan perhatian dari pemerintah negeri setempat.

“Kami masyarakat sangat terbantu dengan ADD ini, sebab pembangunan semakin pesat di setiap kampung,” tutupnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB