Daerah

Puluhan Tahun, Jalan Tak Kunjung di Aspal, Warga Pesisir Selatan Tagih Janji

Pessel, Prokabar – Satu persatu masyarakat Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar mulai menagih janji. Mereka mulai kecewa, karena tidak meratanya pembangunan.

Ketidakmerataan ini membuat masyarakat menilai bahwa pembangunan di ‘Negeri Berjuluk Sejuta Pesona’ ini seolah tebang pilih.

Dialah Nofrian Fahleki (28) salah seorang warga di Kampung Padang Lawas, Nagari Palangai Kaciak, Kecamatan Ranah Pesisir yang mengeluh soal jalan kampungnya yang tak kunjung di aspal.

“Sudah hampir 20 tahun pak, jalan kampung saya seperti ini juga. Belum diaspal,” ujarnya kepada Prokabar.com Jumat (13/9).

Ia menyebutkan janji-janji pejabat untuk memperbaiki jalan kampungnya tidak kunjung terealisasi.

Padahal, sebut Nofrian jalan sepanjang satu kilometer yang dikeluhkannya itu setiap hari dilalui oleh peserta didik dan masyarakat.

Bahkan banyak lokasi wisata alami yang bisa dikembangkan seperti tempat pemandian dan ikan larangan melewati jalan tersebut.

“Kalau cuaca bagus siswa dan siswi masih bisa memakai sepatu namun bila cuaca buruk atau hujan mereka terpaksa menjenjeng sepatunya ke SMPN 5, “ujarnya.

Setahunya, jalan itu sudah ada sejak 2010 dan telah bergonta-ganti pula Bupati yang memimpin Pesisir Selatan.

“Mulai dari Pemerintahan Bupati Nasrul Abit sampai dengan Hendrajoni, jalan ini belum ada di perhatikan”ulasnya.

Selain itu, disampaikannya bahwa para legislator di daerah pemilihan IV (Dapil) belum berkuku untuk mewujudkan kebutuhan infrastuktur masyarakat di kampungnya.

“Cerita ninik mamak kami disini, para dewan di dapil IV ini tidak mampu untuk menyampaikan aspirasi kami. Dalam RPJM dan RKP nagari sudah di masukan, tapi  sampai di Kabupaten tidak masuak dalam prioritas, “ungkapnya.

Lanjut dia berkata, masyarakat nagari Pelangai Kaciak  tidak berharap banyak terhadap pemerintah daerah dan wakil rakyat, mereka hanya menagih janji-janji yg sudah di lontarkan kepada masyarakat.

“Harapan kami, bagaimana jalan di Padang lawas sampai ke Telkom Pasar Balai Selasa bisa aspal,” terangnya.

Terpisah, Pardis Anggota DPRD Pesisir Selatan, Dapil IV dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan, bahwa jalan Padang Lawas sebelumnya sudah pernah disampaikan kepada pemerintah daerah. Namun hingga kini belum terlihat pergerakannya dengan alasan keterbatasan keuangan daerah.

“Setiap pembahasan anggaran, saya selalu menyampaikan. Tapi alasannya, tidak cukup dengan keuangan daerah, “ujarnya.

Ia menambahkan, sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai anggota DPRD Pessel, dirinya juga memperjuangkan aspirasi rakyat di Kecamatan Ranah Pesisir.

“Apa-apa yang menjadi kebutuhan infrastruktur warga selalu kita dengar dan disampaikan, tidak di Padang Lawas saja, tetapi juga dibeberapa titik lain yang butuh pembagunan infrastruktur, “ujarnya pula.

Menurutnya di Ranah Pesisir masih banyak infrastruktur jalan yang belum memadai. Seperti di Padang Lawas, Sungai Tunu dan Sumedang. Akan tetapi bebarapa titik jalan yang disebutkan itu direncanakan dibangun pada tahun 2020 mendatang.

Bahkan Bupati Hendrajoni, katanya, juga pernah menjanjikan untuk membangun infrastuktur jalan di Padang Lawas saat kegiatan Panen Raya Gapoktan Jagung, tutupnya,(min)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top