Puluhan Sapi Mati Mendadak di Solok Selatan, Ini Penyebabnya

Penulis -

Kamis, 25 Juli 2019 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Aro, Prokabar – Puluhan sapi mati mendadak dalam dua pekan belakangan di Solok Selatan. Penyebab kematian sapi ini terindikasi karena terjangkit virus jembrana.

“Kami sudah melihat langsung ke lapangan dan mengambil sampel organ sapi yang mati mendadak tetapi perkiraan kami penyebab kematian puluhan sapi tersebut karena jembrana,” kata Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Solok Selatan Sherlly, kemarin.

Dia mengatakan, organ hewan yang diambil dikirim ke laboratorium untuk diteliti supaya penyebab pasti kematian sapi ini bisa diketahui.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Saat melakukan pengambilan sampel ke lapangan, ungkapnya dalam satu minggu ini ada delapan ekor sapi yang ditemukan mati.

Akan tetapi, masyarakat sering mencium bau bangkai yang diduga adalah sapi yang sudah mati.

“Masyarakat tidak pernah mencari bangkai sapi yang sudah mati tetapi sering mencium bangkai yang diduga adalah sapi mati,” katanya.

Selain itu, imbuhnya warga memperkirakan sapi yang sudah mati sekitar 15-30 ekor dan semuanya jenis Bali yang dilepas di area perkebunan kelapa sawit.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Dia mengimbau, masyarakat yang melihat sapinya sakit agar mengupayakan menangkapnya untuk diobati.

“Kami sudah meminta masyarakat untuk menangkap sapi yang terlihat sakit agar bisa diobati,” ujarnya.

Sementara itu Wali Nagari Sungai Kunyit Rusnijal, mengatakan sapi warga yang mati mendadak sudah 20 ekor.

“Tadi pemerintah daerah sudah datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengambil sampel supaya penyebab kematiannya bisa diketahui,” katanya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Peternak saat ini juga sudah mulai menangkap sapi milik mereka serta menjauhkannya dari lokasi yang sudah mati.

“Untuk menghindari penularan peternak menangkap sapi mereka dan memindahkannya ke tempat lain yang jauh dari penemuan sapi mati,” katanya.

Sapi yang mati mendadak berada di lokasi perkebunan PTPN VI di Nagari Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB