Puluhan Rumah Terendam Rusak Akibat Abrasi di Sungai Limau

Penulis -

Senin, 30 Juli 2018 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Pariaman, Prokabar – Usai Pasar dan Kios direndam air bah, hari ini giliran puluhan rumah warga di Kanagarian Pilubang, Korong Pasia Baru, Kecamatan Sungai Limau, Sumbar terendam air laut. Setidaknya belasan Kepala Keluarga (KK) yang tinggal dikawasan pesisir tersebut mengalami rusak diterjang abrasi.

Warga sepanjang pantai merasa itu takut akan datang gelombang ombak yang lebih besar. “Kami kuatir tinggginya air pasang laut merendam rumah kami,” kata Desi (48), seorang warga setempat kepada prokabar.com.

Desi melanjutkan, sebelumnya pernah terjadi abrasi pantai. Namun kali ini ombak lebih besar menerjang. Abrasi di pesisir korong Pasia Baru, pada Senin ini (30/7) sempat merusak rumah warga dan dua sekolah.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Warga yang tinggal disepanjang pesisir pantai begitu kaget dengan luar biasanya ombak menghantam rumah warga dan dua sekolah di korong ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Nursina (48) Kepala Sekolah Dasar Negeri 04 Pasia Baru mengatakan, sepanjang tidak menganggu proses belajar dan mengangajar di sekolah, murid-murid tetap belajar seperti biasanya.

“Namun bila ombak mengganas dan merendam SD tersebut, terpaksa murid-murid diliburkan untuk sementara waktu,”

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Hingga kini, katanya untuk SD 04 masih tinggi dari permukaan laut. Setidaknya masih aman dan tidak terlalu parah. “Abrasi ini hanya merendam halaman sekolah, itu pun cepat surut,” Lanjut Nursina.

Sementara, Walinagari Pilubang, Khaidir mengatakan, terdata 40 rumah warga di korong Pasia Baru terendam air laut dan 5 rumah yang rusak diterjang abrasi. “Pihak kami telah mendata rumah warga yang mengalami dampak dari abrasi tersebut. 40 rumah warga, dan dua unit sekolah, yakni SD 04 dan SMP 04. Hingga kini masih dalam tahap penataan warga yang mengalami rusak parah,” ujarnya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Guna penanggulangan sementara, pihaknya telah berkoordinasi dengan (BPBD) Padang Pariaman bersama warga untuk memasang pemecah gelombang berupa karung pasir. Berharap ombak yang menerjang pantai tidak memperluas dampak kerusakan dari abrasi tersebut.

“Ini sifatnya sementara terlebih dahulu agar tidak makin meluas dampaknya. Dan kami berharap pemda segera mencarikan solusi bencana alam ini,” tutup Walinagari Pilubang tersebut. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB