Daerah

Puluhan Rumah Terendam Rusak Akibat Abrasi di Sungai Limau

Padang Pariaman, Prokabar – Usai Pasar dan Kios direndam air bah, hari ini giliran puluhan rumah warga di Kanagarian Pilubang, Korong Pasia Baru, Kecamatan Sungai Limau, Sumbar terendam air laut. Setidaknya belasan Kepala Keluarga (KK) yang tinggal dikawasan pesisir tersebut mengalami rusak diterjang abrasi.

Warga sepanjang pantai merasa itu takut akan datang gelombang ombak yang lebih besar. “Kami kuatir tinggginya air pasang laut merendam rumah kami,” kata Desi (48), seorang warga setempat kepada prokabar.com.

Desi melanjutkan, sebelumnya pernah terjadi abrasi pantai. Namun kali ini ombak lebih besar menerjang. Abrasi di pesisir korong Pasia Baru, pada Senin ini (30/7) sempat merusak rumah warga dan dua sekolah.

“Warga yang tinggal disepanjang pesisir pantai begitu kaget dengan luar biasanya ombak menghantam rumah warga dan dua sekolah di korong ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Nursina (48) Kepala Sekolah Dasar Negeri 04 Pasia Baru mengatakan, sepanjang tidak menganggu proses belajar dan mengangajar di sekolah, murid-murid tetap belajar seperti biasanya.

“Namun bila ombak mengganas dan merendam SD tersebut, terpaksa murid-murid diliburkan untuk sementara waktu,”

Hingga kini, katanya untuk SD 04 masih tinggi dari permukaan laut. Setidaknya masih aman dan tidak terlalu parah. “Abrasi ini hanya merendam halaman sekolah, itu pun cepat surut,” Lanjut Nursina.

Sementara, Walinagari Pilubang, Khaidir mengatakan, terdata 40 rumah warga di korong Pasia Baru terendam air laut dan 5 rumah yang rusak diterjang abrasi. “Pihak kami telah mendata rumah warga yang mengalami dampak dari abrasi tersebut. 40 rumah warga, dan dua unit sekolah, yakni SD 04 dan SMP 04. Hingga kini masih dalam tahap penataan warga yang mengalami rusak parah,” ujarnya.

Guna penanggulangan sementara, pihaknya telah berkoordinasi dengan (BPBD) Padang Pariaman bersama warga untuk memasang pemecah gelombang berupa karung pasir. Berharap ombak yang menerjang pantai tidak memperluas dampak kerusakan dari abrasi tersebut.

“Ini sifatnya sementara terlebih dahulu agar tidak makin meluas dampaknya. Dan kami berharap pemda segera mencarikan solusi bencana alam ini,” tutup Walinagari Pilubang tersebut. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top