Pasaman Barat, Prokabar — Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, anjlok total. Tidak ada naik-naiknya. Sudah menahun harga ini membuat petani menjerit.
Tak terima kondisi ini, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menyeruduk Dinas Perkebunan dan Kantor DPRD Kabupaten Pasaman Barat.
Apa benar yang terjadi dan bagaimana jalan keluarnya, itu aspirasi HMI yang diorasikan, Rabu (26/6).
Koordinator aksi, Hamidan mengatakan, masyarakat menuntut Pemda Pasbar harus turun tangan menyelesaikan permasalahan anjloknya TBS sawit ini. Begitu juga DPRD sebagai perwakilan suara rakyat.
“Selain itu kami juga meminta pemerintah mencabut Izin Usaha Perusaan (IUP) bagi Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) yang tidak peduli dengan harga TBS petani sawit swadaya. Sebab, pihak perusahaan juga sudah tidak peduli lagi dengan kesejahteraan para petani sawit dengan membiarkan harga anjlok,” jelas Hamidan,
Di sisi lain, dinilai mahasiswa ini, sudah saatnya Pemkab Pasaman Barat mendirikan perusahaan industri, seperti perusahaan minyak goreng atau semacamnya. Supaya petani di Pasaman Barat lebih mudah untuk menjual TBS sawit dengan harga jual tinggi.
Sementara itu, Ketua LSM Pelindas, Bisri Batubara yang ikut tergabung dalam aksi tersebut berharap, DPRD Pasaman Barat memanggil perusahaan sawit yang ada di Pasaman Barat. Supaya mencari jalan keluar bersama. (Ola)
















