Pessel, Prokabar – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Pesisir Selatan (AMPPS) berunjuk rasa di halaman Kantor Bupati Pesisir, Kamis (17/01).
Mahasiswa yang datang dengan membawa sejumlah kertas bertuliskan. “Dimana wakil Bupati kami. Tolong ratakan pembangunan. Bagaimana kejelasan pembangunan
yang terbengkalai.”
Dalam unjuk rasa tersebut, mahasiswa mempertanyakan beberapa hal kepada Bupati Pesisir Selatan yakni, dimana wakil Bupati Pesisir Selatan (Pessel) yang tidak pernah muncul di setiap kegiatan Pemerintah Pessel.
Selanjutnya, tentang perkembangan pembangunan yang dinilai tidak merata, Kelanjutan pembangunan rumah sakit yang terbengkalai, sorak salah seorang orator, Hamzah Jamaris dalam orasinya.
“Kepada Bupati Pessel, Hendrajoni, kami atas nama Aliansi Mahasiswa Peduli Pesisir Selatan menanyakan, dimana wakil Bupati kami, kenapa tidak pernah muncul setiap kegiatan Pemerintah Daerah,” ucapnya dengan lantang.
Mahasiswa tersebut disambut langsung oleh Bupati Pessel, Hendrajoni, didampingi Sekda, Erizon serta sejumlah OPD di lingkup Pemkab Pessel.
Dalam kesempatan itu, Bupati menjawab pertanyaan dari para Mahasiswa tentang Wakil Bupati Pessel yang saat ini.
Kata Hendrajoni, Wakil Bupati, Rusma Yul Anwar saat ini tersandung hukum, ia (Rusma Yul Anwar) bahwa penegak hukum sedang memproses permasalahan perusakan hutan mangrove di Kecamatan Koto XI Tarusan, yang saat ini sudah masuk tahap P21.
Tentang kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Zein Painan di Bukit Kabun Taranak, Kenagarian Painan Selatan, Kecamatan IV Jurai itu, diberhentikan, karena bangunan tersebut tidak layak untuk dilanjutkan, apalagi beberapa pondasinya patah. Saat ini masih dalam pemeriksaan dari tim BPKP, katanya.
“Mengenai pembangunan yang tidak merata, selama tiga tahun kepemimpinan saya sebagai Bupati Pessel, peningkatan pembangunan terus dilakukan dari utara sampai ke selatan, seperti pembangunan Pasar, Puskesmas, jalan, rumah nelayan, RTLH, dan lainnya,” tutupnya,(min)

















