Maninjau, Prokabar – Musibah Hama Tikus melanda masyarakat petani Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Musibah itu telah berlangsung dua tahun belakangan, dan awal tahun 2022 ini kembali terjadi.
E. Datuak Bandaro Rajo Kelompok Tani Batang Kurambik, mewakili masyarakat petani setempat mengatakan musibah hama tikus memang salah satu masalah dari petani Nagari Koto Gadang VI Koto. “Untuk tahun ini sekitar 50 hektar sawah yang mulai menguning sudah mulai diserang hama tikus ini. Dan ini jelas mulai merugikan kami,” terangnya.
Untuk mengatasi hama tikus ini, biasanya lebih ampuh dengan racun belerang Tiran pembasmi hama tikus. “Kendalanya saat ini tidak bisa dijual bebas. Dulunya pernah dibantu PPL atau Tim Penyuluh,” ujarnya.
Selain itu juga harus ada program goro buru hama tikus dari Kelompok Tani dengan dukungan Dinas Pertanian. “Kami juga melakukan pengendalian hama tikus dengan Burung Hantu. Namun sejauh ini belum mampu membuahkan hasil,” imbuhnya.
Walijorong Baruah, April Neldi menambahkan, dari Pemerintahan Nagari bersama Tokoh Masyarakat telah membentuk Tim Satgas Pemburu Tikus telah dibentuk dan siap untuk membantu penanganan hama tikus ini.
“Setiap tahunnya sesuai musim, kami masyarakat petani selalu melakukan berburu tikus. Kita juga menggalang dana kepada pihak donasi,” lanjutnya.
Dalam beberapa bulan ini masyarakat banyak menggelar alek atau pesta pernikahan. Sehingga kegiatan untuk goro tertunda.
“Selain hama tikus, kami juga sempat terkendala musibah banjir bandang di Batang Aia Batang Kurambik dan Sungai Jawih,” tuturnya.
Untuk kedepan lanjutnya, akan fokus ke goro memperbaiki pendangkalan sungai akibat banjir bandang. “Dan selain cara manual, masyarakat berharap dapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Agam dalam normalisasi sungai. Kemudian berlanjut pada goro berburu hama tikus,” tutupnya. (rud)
















