Puluhan Hektar Sawah Petani Di Koto Gadang VI Koto Diserang Hama Tikus

Penulis -

Sabtu, 22 Januari 2022 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar – Musibah Hama Tikus melanda masyarakat petani Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Musibah itu telah berlangsung dua tahun belakangan, dan awal tahun 2022 ini kembali terjadi.

E. Datuak Bandaro Rajo Kelompok Tani Batang Kurambik, mewakili masyarakat petani setempat mengatakan musibah hama tikus memang salah satu masalah dari petani Nagari Koto Gadang VI Koto. “Untuk tahun ini sekitar 50 hektar sawah yang mulai menguning sudah mulai diserang hama tikus ini. Dan ini jelas mulai merugikan kami,” terangnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Untuk mengatasi hama tikus ini, biasanya lebih ampuh dengan racun belerang Tiran pembasmi hama tikus. “Kendalanya saat ini tidak bisa dijual bebas. Dulunya pernah dibantu PPL atau Tim Penyuluh,” ujarnya.

Selain itu juga harus ada program goro buru hama tikus dari Kelompok Tani dengan dukungan Dinas Pertanian. “Kami juga melakukan pengendalian hama tikus dengan Burung Hantu. Namun sejauh ini belum mampu membuahkan hasil,” imbuhnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Walijorong Baruah, April Neldi menambahkan, dari Pemerintahan Nagari bersama Tokoh Masyarakat telah membentuk Tim Satgas Pemburu Tikus telah dibentuk dan siap untuk membantu penanganan hama tikus ini.

“Setiap tahunnya sesuai musim, kami masyarakat petani selalu melakukan berburu tikus. Kita juga menggalang dana kepada pihak donasi,” lanjutnya.

Dalam beberapa bulan ini masyarakat banyak menggelar alek atau pesta pernikahan. Sehingga kegiatan untuk goro tertunda.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Selain hama tikus, kami juga sempat terkendala musibah banjir bandang di Batang Aia Batang Kurambik dan Sungai Jawih,” tuturnya.

Untuk kedepan lanjutnya, akan fokus ke goro memperbaiki pendangkalan sungai akibat banjir bandang. “Dan selain cara manual, masyarakat berharap dapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Agam dalam normalisasi sungai. Kemudian berlanjut pada goro berburu hama tikus,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB