Payakumbuh, Prokabar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat mengadakan pelatihan kepada 50 anak muda dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota yang bergerak dibidang digital.
Pelatihan bertajuk Young Entrepreneur Digital I tahun 2023 ini digelar di Agam Jua Art Cafe di Kawasan Batang Agam Kecamatan Payakumbuh Barat, mulai 1 hingga 4 Maret.
Kegiatan bertujuan mempersiapkan para anak muda tersebut menjadi entrepreneur digital.
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Supardi mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan Pokok Pikiran (POKIR) dan digelar Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat.
“Pertumbuhan ekonomi kita lambat, meski secara kasat mata dampaknya tidak terlihat, tapi di Padang banyak toko dan ruko yang dijual, banyak anak-anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan karena terdampak ekonomi, ” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, kendatipun begitu ketahanan pangan di Sumatera Barat kuat.
Sementara salah satu kunci agar keluar dari krisis ekonomi yang terjadi, adalah dengan melahirkan pengusaha/entrepreneur baru yang melek dengan digital.
Sebab mau atau tidak mau, suka tidak suka kita akan berhadapan dengan digitalisasi.
“Kegiatan ini merupakan salah satu kunci kita keluar dari krisis ekonomi, dengan entrepreneur yang menggunakan, paham serta menguasai dunia digital potensi yang ada di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota bisa dimaksimalkan dengan baik”. sambungnya.
Dirinya mencontohkan, selama ini Payakumbuh terkenal dengan kota kuliner malam, bahkan sebutan itu telah sampai ke berbagai daerah, namun brand yang tercipta itu hampir tidak ada sentuhan dari APBD Kota Payakumbuh.
“Terciptanya Kota Payakumbuh sebagai kota kuliner hampir tidak ada sentuhan APBD di sana, tapi mereka (pengusaha) tumbuh dengan baik. Negara kita akan maju jika banyak memiliki entrepreneur/pengusaha baru, sebab kota kuliner tidak jadi jaminan kedepannya kota menjadi bagus dan hebat, sebab pertarungan kedepannya semakin hebat, siap atau tidak kita harus hidup dengan digitalisasi.” ucapnya.
Sementara itu Kabid Pengembangan Pemuda Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Sumbar, Gusti Anola menyebutkan bahwa pelatihan yang digelar untuk membangkitkan semangat dalam mengembangkan usaha mandiri dengan memanfaatkan tekhnologi digital serta mendorong terus berkembangnya usaha masyarakat.
“Dengan pelatihan yang kita laksanakan akan membangkitkan semangat dalam mengembangkan usaha mandiri dengan memanfaatkan teknologi digital serta mendorong terus berkembangnya usaha masyarakat melalui digital marketing.” terangnya. [*/pk]
















