Daerah

Pulau Penyu di Pessel Dihantam Gelombang, Pemkab Ngaku Belum Tahu

Pesisir Selatan, Prokabar – Gelombang tinggi menghantam Pulau Penyu Nagari Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, hingga kini pantai yang digadang-gadangkan itu kian mengkhawatirkan saja.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Doni Gusrizal mengaku, hingga kini tidak ada laporan masuk dari kecamatan maupun wali nagari setempat terkait hal itu.

“Saya belum tahu. Soalnya sampai kini belum ada laporan masuk. Nanti saya minta anggota saya untuk turun ke lokasi,” ujarnya pada wartawan Selasa (3/11) di Painan.

Jika terjadi abrasi, pemerintah daerah bakal membuatkan status tanggap darurat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang ditandatangani bupati.

Sedangkan untuk penanganan, merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai di Padang. Pemerintah kabupaten, katanya, hanya bersifat pemberitahuan.

Wali Nagari Amping Parak, Yusmardi mengatakan, gelombang tinggi sehingga pantai di Pulau Penyu sudah terjadi sejak 15 hari terakhir. Hal itu seiring dengan tingginya gelombang.

Bahkan, abrasi telah menghantam ratusan pohon cemara laut di kawasan itu. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan pengikisan pantai bakal terus tergerus.

“Padahal itu adalah pulau tempat konservasi penyu. Dan itu satu-satunya di Kabupaten Pesisir Selatan,” ujarnya.

Sementara, Divisi Logistik Kelompok Pengawas Masyarakat Laskar Pemuda Peduli Lingkungan (LPPL), Jasman berkata, lebar abrasi mencapai 40 Meter dan panjang 2 Kilometer.

Selama ini, pihaknya telah mengusulkan upaya penanganan melalui DPRD Provinsi, tapi hingga kini belum tereslisasi. “Ada juga informasinya bakal dikerjakan di 2020,” ujarnya.

Hasil pantauan, Pulau Penyu merupakan lokasi konservasi penyu. Ia menjadi tempat persinggahan dan tempat bertelur bagi populasi penyu, utamanya, penyu hijau.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Surat Keterangan Bupati nomor 53 tahun 2003 menetapkan sebagai Pulau Penyu Sebagai Kawasan Konservasi dan Wisata Laut,(min)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top