Daerah

Pukat Harimau di Pessel Makin Menjadi-jadi, Pengawasan Pemerintah Lemah

Pessel, Prokabar – Anggota DPRD Sumatera Barat, Syaiful Ardi menyorot lemahnya pengawasan Pemkab Pessel, terhadap aktivitas pukat harimau di Perairan Muaro Kandis Punggasan, hingga kini makin menjadi-jadi.

Aktivitas pukat harimau tersebut sudah meresahkan masyarakat setempat dan parahnya hewan biota laut sudah banyak yang rusak.

Dijelaskan Syaiful Ardi, sejauh ini kewenangan kelautan tidak lagi berada di tingkat kabupaten/kota. Namun, pemerintah daerah memiliki tanggungjawab terhadap masing-masing masyarakatnya.

Apalagi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan atau pukat harimau.

“Kalau pemerintah provinsi tidak respon. Mestinya, Pemkab Pessel yang mengambil sikap mengejar ke provinsi, jika provinsi tidak respon ya ini kewajiban Pessel yang punya wilayah, “ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah hari ini jangan berdalih lagi dengan tarik ulur soal kewenangan. Sebab, pemerintah memiliki tanggungjawab penuh terhadap hak-hak masyarakatnya.

“Oh itu, kewenangan provinsi. Kalau kewenangan pusat bagaimana caranya. Kerena nelayan tradisional kita memang menggantung hidup di sana, hasil lautnya terus saja dijara, “ujarnya lagi.

Ia meminta, pemerintah hari ini harus bisa memberikan kejelasan terkait hal tersebut. Sebab, hampir 2/3 masyarakat di Pessel hidup sebagai nelayan sebagai mata pencarian.

“Kalau tidak Pemda tidak serius. Maka lebih baik, bunuh saja nelayan-nelayan kecil itu. Karena solusinya tidak pernah ada,” tegasnya.

Diketahui, aktivitas pukat harimau ini mulai kembali marak sejak Sabtu 17 Agustus 2019 lalu. Hingga Senin 19 Agustus 2019, masih tetap terpantau dan beraktivitas di sekitaran perairan pantai tersebut.

Ketua Gerakan Anak Nagari Muaro Kandis Punggasan, Eko Irwan membenarkan kondisi ini sudah berulangkali terjadi. Namun, hingga saat ini belum ada ketegasan dari pemerintah.

“Kami melihat pemerintah tutup mata soal ini, dan tidak ada kejelasan dalam menindak illegal fhsiang ini, “tutupnya.(min)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top