PT Semen Padang Serahkan 3.300 Bibit Mangrove untuk Dukung Tobat Ekologis di Sumbar

Penulis -

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Pariaman, Prokabar- PT Semen Padang menyerahkan 3.300 bibit mangrove kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Bibit mangrove tersebut diserahkan oleh Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, serta disaksikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Muhammad Jumhur Hidayat.

Penyerahan dilakukan dalam rangkaian kegiatan Peninjauan Inovasi HSSEC Green Campus & Penanaman Pohon di Lingkungan Poltekpel Sumbar sebagai Wujud Tobat Ekologis dan Dukungan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Korong Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis, Nagari Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (14/7/2026).

Sebanyak 3.300 bibit mangrove yang diserahkan PT Semen Padang akan ditanam di sejumlah kawasan pesisir di Sumatera Barat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat ekosistem pesisir, mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, mengatakan penanaman mangrove memiliki peran strategis dalam melindungi kawasan pesisir dari abrasi dan hempasan ombak, sekaligus menjaga kelestarian hutan pesisir serta memperkuat ekosistem laut.

“Bibit mangrove ini tidak hanya melindungi pantai dari abrasi dan hempasan ombak, tetapi juga menjaga kelestarian hutan pesisir, memperkuat ekosistem laut, dan selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan hutan berkelanjutan serta perlindungan keanekaragaman hayati,” ujar Andria.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ia menambahkan, keberadaan hutan mangrove di kawasan wisata Sungai Pinang diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, mulai dari meningkatnya daya tarik wisata berbasis lingkungan hingga terbukanya peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

“Semoga sinergi yang kita bangun antara PT Semen Padang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, sekaligus mendukung gerakan Tobat Ekologis yang sedang dicanangkan,” katanya.

Bagi PT Semen Padang, program tersebut merupakan bagian dari implementasi prinsip keberlanjutan perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, tetapi juga memperhatikan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Melalui berbagai program penghijauan dan konservasi, perusahaan terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keseimbangan ekologi di Sumatera Barat.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk PT Semen Padang, dalam mendukung gerakan Tobat Ekologis yang mulai digelorakan di Sumatera Barat.

Menurut Mahyeldi, gerakan tersebut menjadi pengingat bahwa seluruh elemen masyarakat harus semakin serius mengambil langkah antisipatif terhadap berbagai ancaman lingkungan dan bencana yang semakin kompleks.

“Dengan tema kawasan Tobat Ekologis, ini membuktikan bahwa kita harus serius melakukan langkah-langkah antisipasi,” ujar Mahyeldi.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Ia meyakini kehadiran Menteri Lingkungan Hidup akan semakin memperkuat gerakan tersebut melalui arahan dan pembinaan yang dapat diterapkan secara luas di berbagai institusi di Sumatera Barat.

“Kehadiran Menteri Lingkungan Hidup akan memberikan penguatan dan bimbingan sehingga Tobat Ekologis ini diawali di Poltekpel dan nantinya dapat diterapkan di berbagai instansi di Sumatera Barat,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi tiga krisis lingkungan global (triple planetary crisis), yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta persoalan polusi dan limbah yang saling berkaitan.

Menurut Jumhur, konsep Tobat Ekologis yang diusung Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup bukan sekadar slogan, melainkan panggilan untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam yang selama puluhan tahun mengalami ketidakseimbangan.

“Banjir datang lebih sering, suhu udara terus meningkat, kualitas air menurun, dan ruang hidup berbagai spesies semakin menyempit. Krisis lingkungan yang kita saksikan hari ini sesungguhnya adalah cermin dari cara manusia memandang alam, bukan sebagai rumah bersama, melainkan sekadar sumber daya yang dapat dieksploitasi tanpa batas,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam khazanah spiritual, tobat berarti kembali kepada kesadaran, tanggung jawab, dan jalan yang benar setelah menyadari kesalahan. Ketika konsep tersebut dipadukan dengan dimensi ekologis, lahirlah kesadaran bahwa manusia harus kembali menempatkan alam sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupannya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Menurutnya, gagasan tersebut sejalan dengan pendekatan ekoteologi yang memandang pelestarian lingkungan bukan hanya sebagai kewajiban sosial, tetapi juga amanah moral dan spiritual.

“Ketika nilai-nilai spiritual dipisahkan dari cara manusia mengelola bumi, eksploitasi menjadi sesuatu yang dianggap wajar. Padahal, alam bukanlah sesuatu yang berada di luar diri manusia. Hutan yang hilang, sungai yang tercemar, dan udara yang memburuk pada akhirnya akan kembali memengaruhi kualitas hidup manusia itu sendiri,” katanya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman pohon kelapa di kawasan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat yang dilakukan Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, dan Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa.

Penyerahan 3.300 bibit mangrove oleh PT Semen Padang menjadi simbol bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Melalui semangat Tobat Ekologis, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan, dan masyarakat diharapkan terus menguat demi menjaga kelestarian lingkungan serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (*/eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB