PT Sarinah Siap Hantar Hasil UKM Binaan Ke Pasar Global

Penulis -

Kamis, 19 Desember 2019 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Pembangunan Usaha Kecil Menengah (UKM) jadi fokus utama di setiap negara. Termasuk Indonesia yang menjadikan UKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki di acara Seminar dan Pameran Singkat Produk Unggulan Provinsi Riau di Sarinah Thamrin, Jakarta, Kamis (19/12).

Selain menyampaikan perkembangan UKM, Menteri Teten juga menyaksikan penandatanganan kerjasama antara Direktur Utama PT Sarinah (Persero), GNP Sugiarta Yasa dan Gubernur Kepulauan Riau, Syamsuar.

Kerjasama berupa hasil UKM Kepri antara lain seperti aksesoris, makanan khas daerah, tenun akan dipasarkan di Sarinah. Bahkan setelah bekerjasama, hasil UKM Kepri juga ikut dalam pengiriman pasar global.

“Hari ini kami akan mengekspor hasil UKM termasuk produk dari Provinsi Kepulauan Riau ke Cina. Ini ekspor pertama kami sebagai pilot project ke luar negeri,” terang Sugiarta.

Mendapat kesempatan menjadi UKM binaan PT Sarinah (Persero), Gubernur Kepri mewakili masyarakatnya sangat bersyukur. Apalagi sebelum bergabung, PT Sarinah memberikan pencerahan tentang bagaimana memasarkan produk hasil UKM.

“Kami sangat berterimakasih kepada Sarinah juga dukungan menteri sehingga hasil UKM dari masyarakat Kepri bisa sampai di sini. Bahkan dipasarkan sampai ke Cina. Ini merupakan satu bentuk kerjasama yang baik antara UKM dan agregator BUMN memperhatikan kami (UKM) di daerah,” ucap Gubernur Syamsuar.

Menurut Direktur Bisnis Ritel PT Sarinah, Lies Permana Lestari pihaknya menjalankan misi mengembangkan UKM daerah. Melalui pemasaran di Sarinah hingga ke pasar global.

“Jadi barang-barang hasil UKM daerah yang sudah menjadi binaan Sarinah akan kita akurasi. Apabila sudah memenuhi ekspor quality dan sesuai dengan pasar global, kita akan ekspor. Seperti sekarang ini ke negara Cina,” jelas Lies menambahkan.

“Intinya Sarinah adalah etalase, showcase produk unggulan UMKM yang kami bantu pemasarannya ke pasar global,” tambahnya lagi.

Lies juga berharap Sarinah yang terletak di Jalan MH Thamrin, Jakarta sebagai destinasi wajib bagi wisatawan baik domestik maupun asing.

“Kami akan berkolaborasi dengan Kemenparekraf supaya agen travel membawa wisatawannya ke Sarinah. Karena hal ini juga dilakukan negara lain dimana para wisatawan diarahkan ke sebuah pusat perbelanjaan milik BUMN,” pungkas Lies. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB