Pariaman, Prokabar – PT Pertamina (Persero) Wilayah Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Minangkabau kembali menyalurkan Program CSR untuk pengembangan dan kelanjutan wisata kemaritiman kepada Tabuik Diving Club (TDC) dan beberapa komunitas lainnya. Total CSR tersebut senilai Rp. 938 Juta, dan dilaksanakan di Kawasan Konservasi Penyu, Desa Apar Kota Pariaman, Jumat (14/9).
Kegiatan untuk kedua kalinya ini dihadiri oleh Operation Head (OH) Terminal DPPU Minangkabau Abdul Muis dan Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, Ketua dan anggota Tabuik Diving Club (TDC) Pariaman, Kepala Desa Apar beserta masyarakatnya.
Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada PT Pertamina (Persero) yang telah memberikan perhatian khusus dan kepedulian terhadap pembangunan sektor maritim di Pariaman. Ia pun bangga kepada Komunitas TDC yang turut serta berperan membantu Pemkot Pariaman dalam pelestarian alam tersebut.
“Kami atas nama Pemerintahan Kota Pariaman, sangat bersyukur dan berterimakasih atas ditambahan bantuan pembangunan ini. hal ini akan menjadi tekad serius Kota Pariaman sebagai penyangga poros maritim nasional demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, ” kata Mukhlis saat memberi sambutannya.
Mukhlis Rahman juga himbau kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk peduli terhadap kelestarian ekosistem perairan. Karena hal itu akan menjadi modal utama dalam memajukan dunia maritim.
“Kehadiran TDC di Pariaman sangat kami banggakan. Karena telah berperan serta dalam pelestarian lingkungan laut dan pesisir pantai,” kata Walikota Pariaman dua periode tersebut.
Sementara itu, Operation Head (OH) Wilayah DPPU Minangkabau Abdul Muis, mengatakan program CSR ini bertujuan untuk pemberdayaan dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
“Realisasi CSR ini, ada enam bidang program kelanjutan. Khusus kepada TDC ada dua program yang kami percayai. Seperti program monitoring dan transplantasi terumbu karang buatan sebanyak Rp95 Juta. Dan pengembangan kelanjutan Jembatan Hutan Traking Mangrove Rp285 Juta,” kata Abdul Muis.
Selanjutnya kelanjutan budidaya lebah madu hutan di Nagari Sungai Buluh Rp137 juta, Mobilisasi Bidan Desa di Nagari Ketaping Rp151 juta serta peralatan media pembelajaran di Batang Anai Padang Pariaman Rp130 juta.
Ketua Tabuik Diving Club (TDC), Aksa Prawira mengatakan sejauh ini PT. Pertamina melalui DPPU Minangkabau mempercayakan program CSR tersebut kepada komunitas peduli lingkungan hidup kelautan dan pesisir pantai ini. “Sejak Suksesnya pembuatan Taman Terumbu Karang (Reff Garden) di sekitar Pulau Ujuang, kami kembali dipercaya melanjutkan pembuatan Jembatan dan melestarikan Hutan Mangrove di sekitar Desa Apar ini. Alhamdulillah, kita sudah dapat merasakan dampak pembangunan tersebut,” tutur Aksa.
Selain meningkatkan perekonomian melalui kunjungan wisata kemaritiman ini lanjutnya, tingkat kesadaran masyarakat juga semakin meningkat. Manfaat turunan dari tanaman Mangrove sangat banyak, terutama untuk kesehatan kita. Begitu juga pada Terumbu Karang, untuk kelestarian ekosistem laut. Penting untuk terus dibangkitkan kelestariannya pada kita semua.
“Kami terdiri dari pecinta diving dan alam bersama Pemerintah Kota Pariaman, akan terus berusaha mengajak seluruh lapisan masyarakat, menjaga kelestarian laut dan pesisir pantai ini. Karena laut adalah sumber kehidupan. Tidak hanya untuk manusia saja, melainkan untuk makluk ciptaan yang Maha Kuasa,” tutup Aksa. (Rud)
















