PT KAI Komit Revitalisasi Jalur Rel Sawahlunto

Penulis -

Selasa, 27 Juli 2021 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Pemko Sawahlunto terus meningkatkan koordinasi dengan Balai Teknik Perkeretapian Wilayah Sumatera Barat dan PT. Kereta Api Indonesia (PTKAI) Divisi Regional II Sumatera Barat. Koordinasi dengan kedua instansi tersebut untuk revitalisasi jalur rel kereta dan ‘menghidupkan’ kembali kereta api di Sawahlunto.

Yang terbaru, upaya nyata dari koordinasi itu, Walikota Sawahlunto Deri Asta didampingi Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto Dr.dr. Ambun Kadri bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mendatangi Balai Teknik Perkeretapian Wilayah Sumatera Barat dan PT. Kereta Api Indonesia (PTKAI) Divisi Regional II Sumatera Barat di Padang, pada Senin 26 Juli 2021 kemaren.

Di Balai Teknik Perkeretapian Wilayah Sumatera Barat, Walikota Deri Asta dan jajaran diterima langsung oleh Kepala Balai, Suranto. Dalam pertemuan, dibahas mengenai revitalisasi jalur rel yang karena keterbatasan anggaran membutuhkan inovasi dan kolaborasi.

Kepala Balai Teknik Perkeretapian Wilayah Sumatera Barat, Suranto, mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan dukungan dari Pemko Sawahlunto dalam merevitalisasi jalur rel tersebut. Untuk pekerjaan teknis yang besar seperti perbaikan rel itu akan dikerjakan Balai Teknik Perkeretaapian, sementara untuk pekerjaan pendukung seperti pembersihan areal sekitar jalur rel akan dikerjakan oleh OPD terkait di Sawahlunto.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Dalam masa pandemi sekarang itu anggaran kita mengalami beberapa kali refocusing, sehingga anggaran itu banyak berkurang dari rencana awalnya. Ini menyebabkan kita harus bisa mensiasati hal tersebut agar pekerjaan revitalisasi ini bisa tetap kita lakukan. Kita yakin, Pemko Sawahlunto siap mendukung, sehingga revitalisasi jalur rel kereta ini segera kita mulai sesuai tahapan dan regulasi yang berlaku,” ujar Suranto.

Kemudian, dalam pertemuan dengan PT. Kereta Api Indonesia (PTKAI) Divisi Regional II Sumatera Barat, yang diterima langsung oleh Kepala Divre II, Kuncoro, dibicarakan mengenai ‘menghidupkan’ kembali kereta api dengan lokomotif uap E 1060 yang populer dikenal sebagai MAK ITAM.

Kepala Divre II, Kuncoro, mengatakan bahwa PT. KAI telah melakukan perbaikan terhadap lokomotif uap E 1060 MAK ITAM tersebut sehingga siap untuk dioperasikan kembali. Selain itu, PT. KAI juga bersedia meminjamkan kereta diesel seri BB 3037804 untuk digunakan sebagai kereta wisata di Sawahlunto.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Kita mendukung dihidupkannya kereta di Sawahlunto, itu akan sangat strategis meningkatkan daya tarik pariwisata. Tim teknisi kita melaporkan MAK ITAM siap dioperasikan kembali. Kemudian kita juga menambah kereta api di Sawahlunto dengan meminjamkan kereta diesel seri BB 3037804,” ujar Kuncoro.

Atas sambutan dan bantuan dari Balai Teknik Perkeretapian Wilayah Sumatera Barat dan PT. Kereta Api Indonesia (PTKAI) Divisi Regional II Sumatera Barat, Walikota Sawahlunto Deri Asta menyampaikan terimakasih dan apresiasi.

“Kami sangat berterimakasih pada Balai Teknik Perkeretapian Sumbar dan PT. KAI Divre II Sumbar yang telah membantu dalam revitalisasi jalur rel dan menghidupkan kereta api di Sawahlunto. Kami memang sejak dulu terus meminta ini, Sawahlunto sangat membutuhkan kereta api. Pariwisata kita sebagai kota heritage itu kereta api lokomotif uap E 1060 MAK ITAM itu telah menjadi ikon yang sangat dikenal dan dinanti – nanti masyarakat, tidak hanya domestik namun juga mancanegara,” ujar Walikota Deri Asta.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Terkait berkurangnya anggaran Balai Teknik Perkeretapian dalam merevitalisasi jalur rel dikarenakan refocusing anggaran di masa pandemi ini, dikatakan Walikota Sawahlunto Deri Asta bukanlah hal yang menghambat pekerjaan revitalisasi. Jika pun jadinya ada keterbatasan, maka pekerjaan dilanjutkan dengan kolaborasi bersama Balai Teknik Perkeretapian dengan Pemko Sawahlunto.

“Kami bisa memaklumi, memang di masa pandemi sekarang, itu hampir semua anggaran mengalami pengalihan untuk anggaran pandemi. Termasuk anggaran untuk revitalisasi jalur ini, sehingga jadi berkurang dan terbatas. Tapi kita komitmen tetap lanjutkan pekerjaan ini, kalau ada kendala keterbatasan, kita hadapi bersama dengan gotong royong,” ujar Walikota Deri Asta. (rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB