Proyek Pembangunan Taman Kantor Bupati Pasaman Jadi Sarang Nyamuk

Penulis -

Kamis, 15 April 2021 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar – Proyek pembangunan Dinas Pekerjaan Umum (PU) di Bidang Cipta Karya jadi sarang nyamuk.

Kondisi ini ada di lingkungan kantor Bupati Pasaman. Tepatnya di depan Dinas Komunikasi dan Informasi Pasaman. Sudah lama keadaan ini diabaikan.

Pantauan Prokabar.com, sarang nyamuk ini berada di kolam air mancur yang ada di depan Dinas Komunikasi dan Informasi. Air tergenang, sudah menghitam pula. Banyak jentik nyamuk dan kecebong yang berenang ria di dalam kolam hasil proyek perbaikan pembangunan taman itu.

“Banyak pula mudaratnya dari pada manfaat. Proyek tanpa perencanaan matang, begini lah jadinya,” kata Letua LSM Tipikor RI Pasaman, Oyon Hendri.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Dari data yang ada, proyek pembangunan atau pemeliharaan sarana dan prasarana umum ini dibangun pada September 2019 lalu. Nilai kontraknya mencapai Rp833 juta. Dikerjakan CV Garuda Jaya Bersama selama 93 hari kalender.

Ada dua kolam yang dibangun kala itu. Satu lagi di depan Gesung Syamsiar Thaib atau sebelah kiri menghadap kantor bupati. Kolam bagian kiri ini hidup dan sempat menjadi tontotan warga. Naas kolam di siai kanan, tak kunjung hidup.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Air tergenang, menghitam, nyamuk pun bersarang. Hingga kini, kondisinya memprihatinkan.

Kabid Cipta Karya Dinas PU, Bakhtiar menjelaskan, item pekerjaan ini sudah 100 persen dan berhasil PHO. Hanya saja, sirkulasi air sari pompa yang ada di kolam tak bisa hidup. Pasalnya, terkendala daya listrik yang rendah.

“Asetnya sudah kita limpahkan ke bagian umum. Itu kendalanya di daya listrik rendah sehingga tidak bisa hidup. Kita sudah menyarankan untuk naik daya. Namun belum terwujud masalah anggaran, lantaran refokusing anggaran pandemi corona ini,” kata Bakhtiar.

Untuk daya kolam ini membutuhkan 13 ribu watt. Sementara daya yang tersedia hanya 9000 an.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Kita tau, itu jadi sarang nyamuk. Tapi apala daya, dikeringkan airnya, pompa nanti dicuri orang. Tidak dikeringkan, nyamuk bersarang. Belum ada solusi,” kata Bakhtiar.

Lebih lanjut, Oyon Hendri menilai, proyek ini diduga gagal. Lantaran, sebelum dilakukan sudah pasti ada perencanaan. “Saat perencanaan ini apa tidak dibahas daya listrik yang ada. Kalau tidak dibahas, berarti perencanaannya gagal. Kalau dibahas, dan sudah tau daya kurang dan tetap direalisasikan, berarti proyek dipaksakan. Inilah jadinya,” pungkas Oyon. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB