Padang Pariaman, Prokabar — Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Sumatera Barat, Kamis (22/1/2026), untuk meninjau langsung pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang. Kunjungan ini dipimpin Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan diawali dengan peninjauan Huntara Danantara di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
Rombongan Komisi VI DPR RI diikuti anggota lintas fraksi, di antaranya Gani Toto (Fraksi Golkar, Dapil Jawa Tengah I), K.H. Ahmad Labib (Fraksi Golkar, Dapil Jawa Timur X), Nurwayah (Fraksi Demokrat, Dapil Jakarta III), Kawendra Lukistian (Fraksi Gerindra, Dapil Jawa Timur IV), Iskandar (Fraksi PAN, Dapil Sumatera Selatan II), Nevi Zuairina (Fraksi PKS, Dapil Sumbar II), serta Syarifah Suraidah (Fraksi Golkar, Dapil Kalimantan Timur). Turut hadir Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, Bupati Padang Pariaman John Kennedy Azis, serta jajaran BUMN dan pelaksana proyek.
Dalam pertemuan tersebut, wakil ketua Komisi VI DPR RI memberi apresiasi kepada Danantara dalam penyelesaian serta fisik bagunan yang sangat baik, Andre Rosiade menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan mandat Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat terdampak bencana segera mendapatkan hunian layak benar-benar terlaksana di lapangan. Ia mengapresiasi kecepatan dan kualitas kerja Nindya Karya yang dinilainya mencerminkan transformasi nyata BUMN dalam melayani rakyat.
“Kami mendengar langsung laporan di lapangan. Di Batang Anai progresnya sudah 90 persen hanya dalam delapan hari kerja. Ini bukti nyata BUMN hadir dan bekerja efektif untuk rakyat,” kata Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini yang juga membagikan 100 paket sembako lengkap.
Andre juga menambahkan , huntara yang progres pengerjaan telah mencapai 90 persen ini tidak sekedar tempat tinggal sementara melainkan pemenuhan kwalitas hidup, hal ini di buktikan di huntara ini terdapat tempat berolahraga, taman bermain anak hingga ruang pertemuan.
“Komisi VI DPR RI akan terus mengawal penyelesaian pembangunan huntara di seluruh wilayah Sumatera Barat. Berdasarkan data yang kami terima, masih dibutuhkan sekitar 500 unit huntara tambahan untuk Agam, Padang Pariaman, Tanah datar dan kabupaten 50 kota.
Project Manager Nindya Karya Syafriwal menjelaskan bahwa pembangunan huntara tersebut merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi Presiden RI Prabowo Subianto agar negara hadir cepat memberikan hunian layak bagi korban bencana.
Proyek ini dilaksanakan oleh PT Nindya Karya sebagai kontraktor utama dengan dukungan sejumlah BUMN, antara lain Semen Indonesia Group (SIG), MIND ID, Pegadaian, Pertamina, serta didukung PLN untuk kelistrikan dan Telkom untuk jaringan komunikasi.
Untuk lokasi Batang Anai, Syafriwal melaporkan telah dibangun 40 unit huntara dengan progres mencapai 90 persen. Pengerjaan dilakukan hanya dalam waktu delapan hari kerja dan ditargetkan rampung pada 24 Januari 2026. Selain Batang Anai, pembangunan huntara juga dilaksanakan di Kabupaten Agam dan Tanah Datar.
Di Kabupaten Agam terdapat dua lokasi, yakni Linggai Duo Koto sebanyak 20 unit dengan progres 70 persen serta Bancah sebanyak 35 unit yang masih berada pada tahap awal dengan progres sekitar 15 persen. Sementara itu, di Kabupaten Tanah Datar, pembangunan 28 unit huntara di kawasan Malalo telah mencapai progres 60 persen.
Managing Director Danantara Rohan Hafas menjelaskan bahwa secara nasional Danantara bersama BUMN telah membangun sebanyak 1.275 unit hunian sementara di berbagai daerah terdampak bencana. Jumlah terbesar berada di Aceh, khususnya Aceh Tamiang dengan 600 unit dalam satu kawasan.
“Selain Aceh, pembangunan juga dilakukan di delapan daerah lainnya. Untuk Sumatera Barat, Danantara akan melanjutkan pembangunan sesuai kebutuhan terbaru dan mulai membahas rencana hunian tetap ke depan,” kata Rohan Hafas didampingi jajaran direksi BUMN terkait.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, BUMN, dan pemerintah daerah. Ia menilai pembangunan huntara ini tidak hanya memberikan tempat berteduh, tetapi juga rasa aman, nyaman, serta perhatian terhadap aspek psikososial masyarakat terdampak bencana.
Vasko berharap pembangunan di lokasi lain seperti Kabupaten Agam dan Tanah Datar dapat segera diselesaikan dengan kualitas yang sama. Menurutnya, kehadiran fasilitas tambahan menunjukkan bahwa pembangunan huntara benar-benar dirancang untuk memulihkan kehidupan masyarakat secara menyeluruh pascabencana.
Kunjungan Komisi VI DPR RI ini menegaskan komitmen pengawasan parlemen terhadap percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat sekaligus menjadi bukti konkret kolaborasi negara melalui BUMN dalam menghadirkan solusi cepat, layak, dan manusiawi bagi masyarakat terdampak. (*)
















