Program Bajak Gratis Berjalan Lambat, Ini Penjelasan Dinas Pertanian Tanah Datar

Penulis -

Rabu, 13 April 2022 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Sejak diluncurkannya program bajak gratis pada Februari lalu, hingga saat ini jumlah luas lahan pertanian yang telah ataupun sedang digarap berjumlah 52.86 hektare lahan dari 4.200 hektare lahan yang ditargetkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan Wel Embra mengatakan capaian tersebut masih terbilang lambat dikarenakan beberapa faktor. Diantaranya, pola bantuan pengolahan lahan masyarakat dengan layanan bajak gratis yang disiapkan pemerintah daerah belum semuanya berjalan.

Diantara tiga pola bantuan tersebut, Pertama, pola brigade alsintan, yaitu alsintan dan seluruh pembiayaan dari layanan bajak gratis, ditanggung oleh pemerintah daerah.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Kedua, pola pemberdayaan alsintan kelompok tani, yaitu alsintan disediakan oleh kelompok tani dan seluruh pembiayaan dari layanan bajak gratis ditanggung oleh pemerintah daerah

Ketiga, jaminjaman alsintan brigade, yaitu alsintan disediakan oleh pemerintah daerah dan seluruh pembiayaan dari layanan bajak gratis ditanggung oleh kelompok tani.

“Yang baru bisa beroperasi itu baru pola dua yaitu alsintannya kita kerjasamakan dengan kelompok tani. Sementara untuk pola satu dan tiga masih dalam proses pengadaan barang dan jasa dan sudah ada kontraknya tertanggal 29 maret 2022. Insyaallah ketiga pola tersebut sudah bisa terlaksana,” katanya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ia menjelaskan, yang menjadi kendala lambatnya realisasi bajak gratis di Kabupaten Tanah Datar dipengaruhi faktor cuaca panas hingga mengakibatkan lahan persawahan mengalami kekeringan.

“Kita tahu mungkin seminggu dan tingga minggu belakangan cuaca panas dan tidak hujan, faktor itu juga sangat mempengaruhi. Jadi orang yang dilapangan yang seharusnya sudah membajak d terpaksa tertunda karena kondisi lahan kering,” katanya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Kemudian, tidak sinkronnya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kelompok tani yang terdaftar dalam Sistem Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) juga salah satu kendala belum maksimalnya program bajak gratis.

“Dan alhamdulilah data awal kita 8059 petani kemudian setelah disinkronkan dengan simluhtan data kita melonjak menjadi 28630. Itu terhitung dimulai April dan sudah kita sinkronkan dan sudah kita jadikan data base di aplikasi bajak gratis,” katanya. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB