Agam, Prokabar — Angku Yus Dt. Parpatiah Guguk (82) salah satu Budayawan Minangkabau yang sangat fokus pada gurindam, pituah, nasihat, petatah dan petitih.
Menuangkan karyanya melalui rekaman kaset dan video, kini telah cukup banyak tersebar di berbagai akun media sosial seperti youtube dan facebook.
Melalui karya dalam bentuk kaset dan video ini, berhasil tersebar luas menembus hingga daerah perantauan Minang dimanapun mereka berada. Pituahnya mampu melekatkan hati dan jiwa generasi muda di ranah dan di rantau.
Gurindamnya itu mampu mengobati kerinduan dan motivasi. Bertujuan tetap memperkuat karakter dan jati diri sejatinya orang Minangkabau, ditengah peradaban sebagai warga Indonesia dan warga dunia.
Angku Yus Datuak Parpatih telah berubah gelar menjadi Angku Yus Bandaro Bodi karena jabatan penghulunya sebagai pimpinan pucuk suku Caniago di Sungai Batang, telah dititahkan kepada kemenakannya.
Yusbir nama asli beliau, lahir di Maninjau, 7 April 1939. Anak dari pasangan Abdul Jalil (ayah) dengan Syafiyah (ibu). Sedangkan Istrinya, bernama Ermaini, lahir 01 Juni 1960. Mereka dianugrahi tiga orang anak bernama Elivia, Ervan dan Ellen Yunita (06 Juni 1978).
Dikenal Budayawan Minangkabau yang berhasil menerobos pelestarian budaya melalui adaptasi perkembangan zaman. Karya sastra berupa cerita rakyat, hikayat, legenda, gurindam maupun nasihat, pituah, mamangan, pantun, petatah dan petitih tertuang dalam kaset dan video tersebar luas saat ini di youtube.
Terhitung dari 1978 hingga 1995, ia bersama sejumlah produksi rekaman berhasil menjalinkerjasama dan mencetak karya sastra dengan jumlah 130 kaset episode.
Masa kecilnya, dihabiskan di kampung halaman. Menamatkan SD tahun 1955, SMP tahun 1958. Di tingkat SMA sempat di SMAN 1 Maninjau namun terputus kemudian disambung ke SMA di Tanjung Asahan, Sumatra Utara hingga 1961.
Usai tamat sekolah, sempat mendapat pembinaan dari Mamak Kandungnya di Palembang. Tidak lama merantau ke sejumlah daerah hingga sampai di Jakarta pada tahun 1976.
Pada 1965, beliau dinobatkan menjadi Datuak Rajo Mangkuto selaku Datuak Panungkek, Wakil dari Datuak Panghulu Pucuak anak buah Datuak Parpatiah. Setelah menikah, Angku Yus Dt. Parpatih Guguak diangkat menjadi Panghulu (Pemimpin suku Caniago di Sungai Batang).
Saat ini sudah banyak menghabiskan masa senja di kampung halamannya Jorong Nagari, Kenagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.
Meski demikian, hingga saat ini tidak sedikit masyarakat Minangkabau baik di ranah maupun di rantau berkunjung ke rumahnya. Belajar dan menggali ilmu adat istiadat maupun Adat Basandi Syarak, Syarak Basansi Kitabullah. Bahkan dibawa sampai ke perantauan dan Kabupaten/Kota di Sumatra Barat lainnya. Memberi penyuluhan dan diskusi adat dengan banyak Ninik Mamak beberapa daerah Minangkabau lainnya.
Kini, beliau telah fokus melahirkan karya tulis dan berhasil menulis buku berjudul “Menyikap Wajah Minangkabau,” Sebagai karya tulis pertamanya. Berencana akan melanjutkan tulisan tentang “Sejarah Nagari Sungai Batang” dan “Metoda Pendidikan Lembaga Adat Surau sebagai Pencetak Manusia Minangkabau Siap Pakai”. (rud)
















