Pria Tua Manfaatkan Tempurung Kelapa Hingga Bernilai Jual Tinggi

Penulis -

Selasa, 6 April 2021 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tanah Datar, Prokabar- Limbah tempurung kelapa bisa diolah menjadi kerajinan bernilai ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Hal itulah yang dilakukan oleh Edman warga Jorong Babusalam Ekor Koto, Nagari Pasia Laweh Sungai Tarab, Tanah Datar.

Pria berusia 70 tahun ini telah menjadi pengrajin limbah tempurung kelapa sejak tahun 2020 kemarin, tepatnya sejak pandemi Covid 19 melanda. Namun sayang, kerajinannya itu belum mendapatkan tempat pemasaran yang layak, padahal kerajinan ini sangat ramah lingkungan.

Ia berkisah, keahlian untuk mengolah limbah tempurung kelapa menjadi barang bernilai guna telah ia kuasai sejak usia muda. Namun sempat terhenti, dan kini dicoba untuk diulang kembali.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

” dulu saya pernah juga membuat ini, tapi terhenti. Sejak pandemi ini tidak ada lagi pemasukan, ya saya coba coba kembali. Mana tahu laku untuk dijual,” ujar pria yang pernah juga melakoni pekerjaan sebagai tukang perabot itu.

Kerajinan tempurung kelapa yang dikerjakan Edman biasanya dikirim ke kota padang, untuk dijual kembali oleh sang anak.

” dulu kan saya pernah juga bekerja sebagai sopir, berhenti lanjut jadi tukang perabot. Sejak dikampung, anak menelpon saya, bagaimana kalau saya coba lagi untuk membuat ini, nanti dibantu jual seperti di pantai padang,” ucapnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selama ini, limbah tempurung kelapa ia dapatkan dari ladang yang ada di kampungnya di Nagari Pasia Laweh. Selain itu, tempurung terkadang ia minta kepada tetangga.

” kalau bahan baku saya dapat dari ladang yang ada disini. Kan ada itu, kelapa yang dimakan tupai itu tidak lagi berguna, jadi saya ambil, dan diolah,” ujarnya.

 

Untuk satu kerajinan limbah tempurung kelapa ini dijual Edman dengan harga yang cukup bervariasi, dan tergantung kesulitan pengerjaan. Seperti kerajinan asbak dengan motif burung bangau saja, dijual seharga 150 ribu rupiah, kerajinan cangkir seharga 100 ribu rupiah dan kerajinan asbak 75 ribu rupiah.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“kalau harganya macam macam, tergantung kesulitan. Seperti motif burung bangau ini sulit, membuatnya bisa 3 hari,” tutupnya.

Ia berharap, kerajinan limbah tempurung kelapa yang ia buat dapat dipasarkan diberbagai objek wisata di Luhak Nan Tuo. Kendalanya saat ini, usia senja mempengaruhi langkahnya untuk memasarkan kerajinan tersebut. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB