Jakarta, Prokabar — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa di antara semua sektor perindustrian, sektor otomotif termasuk yang mampu bergerak ke pasar internasional.
“Rantai produksinya sudah global, skala ekonominya juga sudah global, branding-nya pun juga sudah global. Tentunya kita harus memperhatikan dan mencermati perkembangan-perkembangan sektor otomotif di dunia internasional,” ujar Presiden saat membuka Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) ke-26 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (2/8).
Otomotif sekarang ini, menurut Presiden, menghadapi tiga tantangan yang perlu dicermati. Pertama, menurut Presiden, semakin meluasnya fenomena mobil listrik, dimulai dari Elon Musk dengan produk mobil listriknya Tesla.
“Dulu Tesla masih merupakan barang langka, barang yang eksotis, tapi sekarang dengan semakin banyak negara mengadopsi mobil listrik, tren di seluruh dunia semakin jelas, dunia semakin beralih ke mobil listrik,” ujar Presiden ke-7 Republik Indonesia (RI).
Pemerintah Prancis maupun Pemerintah Inggris, tambah Presiden, juga sudah mengumumkan bahwa mulai tahun 2040 mobil non-listrik akan dilarang untuk dijual di kedua negara ini.
Kepala Negara juga menambahkan bahwa Pemerintah Tiongkok juga sudah mengumumkan akan menjadi terdepan di dunia dalam mengembangkan industri mobil listrik, dan sekarang juga sudah menjadi pasar terbesar dunia untuk mobil listrik.
“Tantangan yang kedua bagi industri otomotif dunia adalah teknologi-teknologi disrupsi (disruption technology) seperti kendaraan otonom, yaitu kendaraan yang bisa mengendarai dirinya sendiri. Dan aplikasi online, seperti Gojek dan Grab. Dengan kendaraan otonom, bisa-bisa kita harus meredefinisi apa itu mobil,” ujarnya.
Secara umum, menurut Presiden, banyak yang berpikir kendaraan otonom itu seperti mobil yang bisa mengendarai dirinya sendiri, langsung dipakai konsumen di jalanan umum.
Hanya di awal ini mungkin, sambung Presiden, kendaraan otonom dipakai untuk mengangkut kargo dulu, untuk jasa delivery. “Hati-hati dengan perkembangan-perkembangan seperti ini,” kata Presiden memperingatkan.
Lebih lanjut, Presiden menerangkan bahwa saat ini ada kendaraan otonom dari sebuah startup di Los Angeles yang berfungsi sebagai shuttle untuk penumpang seperti minivan yang beroperasi dalam kampus di dalam zona yang terbatas dengan menjalankan rute tetap.
“Apakah kendaraan-kendaraan seperti ini masih bisa diistilahkan mobil? Mungkin industri otomotif yang harus memperluas definisinya supaya bisa mencakup inovasi-inovasi seperti ini. Kemudian aplikasi transportasi online,” jelas Presiden seraya menambahkan bahwa saat ini mobil sudah bergerak dari produk menjadi jasa. (*/hdp)
















