Prajurit TNI AD Monitor Banjir Bandang Susulan, Akses Jalan Lubuk Basung – Maninjau Lumpuh Total

Penulis -

Jumat, 2 Januari 2026 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar.com – Bencana Banjir Bandang susulan terus terjadi di Jorong Pasa, Nagari Maninjau, Kecamaran Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (1/1) hingga Jumat Malam (2/1). Awal tahun 2026 ini, membuat suasana Pusat Pemerintah di Selingkar Danau Maninjau semakin mencekam.

Batiuud Bintara Tinggi Urusan Dalam (Batiuud) Koramil 05 Tanjung Raya, Serma Yusrizal menjelaskan, Banjir Bandang susulan sangat sering terjadi sehubungan kondisi tanah masih labil. Apalagi pantauan dari semua pihak, adanya tanah longsor dari Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Selama satu jam, terjadi longsor susulan. Kejadian Kamis malam pukul 23.40 WIB mengakibatkan getaran disertai aliran air lumpur deras serta kencang mengalir di depan Mako Koramil 05 Tanjung Raya,” ungkapnya.

Aliran air sungai Muaro Pisang ini semakin memperparah ketebalan lumpur serta bebatuan dan kayu menutup akses jalan utama Padang Lua menuju Manggopoh. Akses jalan provinsi Sumatera Barat, penghubung Lubuk Basung ke Bukittinggi ini tertutup dan lumpuh total.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Ketinggian material lumpur mencapai dua meter dengan luas 6 meter dan panjang mencapai 200 meter,” terang Serma Yusrizal.

Berdasarkan pangamatan pagi ini, Jumat, 2 Januari 2026. Hujan masih berlangsung dan masyarakat belum bisa melewati akses jalan Padang Lua Menuju Manggopoh.

Personel tim pemantau anggota TNI saat ini berjumlah 10 orang dari Koramil 05 Tanjung Raya, bersama anggota Yon TP/896 sebanyak 50 orang. Sedangkan Jajaran Polsek Tanjung Raya sebanyak 10 Orang, anggota BPBD Agam berjumlah 10 Orang dan Anggota PU Provinsi Sumatera Barat sebanyak 2 orang.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Kondisi saat ini waspada, bencana tanah longsor atau galodo susulan kemungkinan akan terus terjadi, mengingat cuaca hujan yang masih terjadi,” ujarnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB