Agam, Prokabar.com – Bencana Banjir Bandang susulan terus terjadi di Jorong Pasa, Nagari Maninjau, Kecamaran Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (1/1) hingga Jumat Malam (2/1). Awal tahun 2026 ini, membuat suasana Pusat Pemerintah di Selingkar Danau Maninjau semakin mencekam.
Batiuud Bintara Tinggi Urusan Dalam (Batiuud) Koramil 05 Tanjung Raya, Serma Yusrizal menjelaskan, Banjir Bandang susulan sangat sering terjadi sehubungan kondisi tanah masih labil. Apalagi pantauan dari semua pihak, adanya tanah longsor dari Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak.
“Selama satu jam, terjadi longsor susulan. Kejadian Kamis malam pukul 23.40 WIB mengakibatkan getaran disertai aliran air lumpur deras serta kencang mengalir di depan Mako Koramil 05 Tanjung Raya,” ungkapnya.
Aliran air sungai Muaro Pisang ini semakin memperparah ketebalan lumpur serta bebatuan dan kayu menutup akses jalan utama Padang Lua menuju Manggopoh. Akses jalan provinsi Sumatera Barat, penghubung Lubuk Basung ke Bukittinggi ini tertutup dan lumpuh total.
“Ketinggian material lumpur mencapai dua meter dengan luas 6 meter dan panjang mencapai 200 meter,” terang Serma Yusrizal.
Berdasarkan pangamatan pagi ini, Jumat, 2 Januari 2026. Hujan masih berlangsung dan masyarakat belum bisa melewati akses jalan Padang Lua Menuju Manggopoh.
Personel tim pemantau anggota TNI saat ini berjumlah 10 orang dari Koramil 05 Tanjung Raya, bersama anggota Yon TP/896 sebanyak 50 orang. Sedangkan Jajaran Polsek Tanjung Raya sebanyak 10 Orang, anggota BPBD Agam berjumlah 10 Orang dan Anggota PU Provinsi Sumatera Barat sebanyak 2 orang.
“Kondisi saat ini waspada, bencana tanah longsor atau galodo susulan kemungkinan akan terus terjadi, mengingat cuaca hujan yang masih terjadi,” ujarnya. (rud)
















