PPP Pessel Tolak Anggaran Pendidikan untuk Penanganan Covid-19

Penulis -

Senin, 6 April 2020 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai PPP, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, Marwan Anas, menolak kebijakan Pemkab memotong anggaran pendidikan untuk penanganan Covid-19.

“Kami dari PPP menolak kebijakan Pemkab Pessel terhadap pemangkasan anggran pendidikan,” ujarnya.

Idealnya, menurut Marwan, untuk penanganan covid-19 ini sebaiknya Pemkab Pessel memotong tunjangan seluruh PNS di daerah ini.

“Harusnya Pemkab Pessel memotong tunjangan PNS, dan proyek bukan prioritas, ini dana pendidikan yang dipangkas,” ujarnya lagi.

Selian itu, dirinya, telah mengintruksikan kepada seluruh anggota dewan PPP untuk menyorot kebijakan Pemkab Pessel yang dianggap timpang itu.

“Saya sudah intruksikan kepada anggota dewan PPP untuk menolak kebijakan yang timpang itu, harusnya anggran pendidikan ditambah bukan dipotong,” ungkapnya dengan nada ngotot.

Lanjut mantan Anggota dewan dua periode itu mengatakan, sesuai UU pendidikan nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, bahwa anggaran pendidikan diambil 20 persen dari APBN dan APBD.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Pasal 49 ayat 1 berbunyi, dana pendidikan selaian gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20 persen dari anggaran APBN pada sektor pendidikan dan minimal 20 persen dari APBD.

Jika anggaran pendidikan tidak sesuai dengan amanat UU maka Pemkab Pessel sudah jelas melanggar aturan, ungkapnya.

“Kalau anggaran pendidikan hanya Rp20 miliar dari APBD dengan total 1,8 triliun rasanya belum memenuhi 20 persen, ya Pemkab Pessel sudah melanggar aturan, apalagi kondisi sekarang, jangan lah anggaran pendidikan itu diusik,” ujarnya lagi.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel, Suhendri mengatakan, dana pendidikan yang dialihkan untuk Covid-19 mencapai Rp190 juta yang diambil dari Anggaran Ujian Nasional.

“Itu untuk pengadaan komputer. Karena UN ditiadakan, maka anggarannya kami alihkan untuk penanganan covid-19,” tutupnya

Selain itu anggaran pendidikan pada tahun 2020 Pemerintah Pemkab Pessel juga memangkas alokasi dana pendidikan tahun anggaran 2020.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, plafon dana pendidikan Pessel 2020 sebesar Rp20 miliar, dari total Rp1,8 triliun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Berkaca tahun 2019, anggaran pendidikan dari APBD mencapai Rp32 miliar. Namun, karena efesiensi anggaran tahun 2020 turun menjadi Rp20 miliar.

Pemangkasan sejalan dengan efisiensi yang dilakukan daerah. Sebab, beban anggaran cukup besar utamanya untuk pelakaanaan Pilkada tahun depan.

Setiap tahunnya berdasarkan catatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan besar anggaran yang ada 25 persennya untuk belanja modal. Ini masuk DAK untuk peningkatan mutu pendidikan Rp3,2 miliar.

Diberitakan Prokabar.Com sebelumnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pessel tercatat di bawah rata-rata provinsi. Dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, Pessel berada pada urutan 12.

Sementara secara nasional berada di posisi 224, dari 554 kabupaten/kota. Sedangkan yang paling tinggi di Ranah Minang adalah Kota Padang, dengan 81.58. Sementara indeks Provinsi Sumatera Barat 71.24.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, IPM Pesisir Selatan hanya 68.47. Angka itu lebih rendah dari target RPJMD 2016-2021 sebelum perubahan yang dipatok 69.3.

Faktor penyebab rendahnya IPM Pesisir Selatan karena tidak adanya perguruan tinggi. Sedangkan salah satu indikator penilaiannya adalah lama sekolah.

Sekolah tinggi yang ada di daerah itu belum berakreditasi A atau B. Sementara di daerah lain banyak perguruan tinggi yang telah berakreditasi A atau B.

Karena hingga 2021, Pemkab Pessel menargetkan IPM itu bisa mencapai 70.12. Ironis apabila anggaran pendidikan dipangkas.

IPM merupakan salah satu indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam pembangunan sumber daya manusia di daerahnya di bidang pendidikan.

IPM mengukur pencapaian rata-rata sebuah wilayah dalam tiga dimensi dasar pembangunan manusia. Pertama, angka harapan hidup (AHH).

Kedua, harapan lama sekolah rata-rata, dengan standar lama sekolah hingga 25 tahun. Ketiga, standar pengeluaran per kapita dengan 96 komoditas.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB