Padang, Prokabar – Pemerintah pusat kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Padang mulai 7 sampai 20 September 2021. Akibatnya berimbas pada penerapan sekolah tatap muka. Pemko Padang mau tidak mau juga harus memperpanjang sekolah secara daring.
Kondisi ini disayangkan pihak sekolah dan wali murid. Kepala sekolah SD 01 Sawahan, Hisweri mengakui, penerapan PPKM yang berimbas dengan pelaksanaan pendidikan secara daring,
“Sejak digelarnya pendidikan secara daring pola pendidikan anak jauh berubah, dimana sebelumnya anak belajar secara tatap muka, namun saat ini dengan adanya PPKM belajar dilakukan secara daring atau anak bajar secara sendiri dirumah,” jelas Hisweri.
Hisweri juga pastikan , dengan pola pembelajaran sacara daring tidak semua anak yang bisa menangkap pelajaran yang bisa diberikan oleh gurunya. Terlebih bagi orang tua siswa yang juga tidak memiliki waktu untuk mengawasi anaknya belajar di rumah.
“Selain itu untuk tugas yang diberikan oleh guru, kerap orang tua yang mengerjakan dan si anak hanya menyaksikan yang berdampak anak tidak mengerti akan apa yang di buat oleh orang tuanya,” lanjutnya.
Hisweri yang kerap disapa bunda ini mengaku tidak miliki daya dan upaya agar sekolah tatap muka yang di minta oleh wali murid bisa dilakukan, hal ini karena adanya aturan yang mengikat karena kota Padang masih berada di level 4 PPKM yang di tetapkan oleh pemerintah pusat,
Perpanjangan PPKM level 4 ini oleh pemerintah juga disayangkan oleh beberapa orang tua wali murid, Eri, orang tua Aisyah yang bersekolah di SD permata Padang, terus di lakukannya penerapan PPKM level 4 dan tidak di berinya izin untuk sekolah tatap muka dinilai sebuah hal yang keliru.
“Sudah dua tahun terakhir tidak lagi bisa bersekolah secara tatap muka secara normal, anak anak banyak waktunya bermain apabila berada dirumah,” kata Eri.
Eri juga menilai pemerintah tidak adil terhadap dunia pendidikan, karena saat ini mall cafe cafe dan pusat perbelanjaan boleh di buka, namun untuk pendidikan tidak sama sekali .
Hal yang sama juga di ungkapkan Yanti, salah seorang wali murid yang anaknya juga bersekolah di SD 01 Sawahan, dirinya berharap sekolah tatap muka segera di buka agar pendidikan yang sewajarnya bisa diterima anak, dan anakpun bisa cepat menangkap apa yang diberikan dan diajarkan oleh guru Selama di bangku sekolah. (fic)
















