PPFI Desak Pemerintah Terbitkan Protokol Kesehatan Untuk Sektor Perfilman

Penulis -

Selasa, 16 Juni 2020 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Pengurus PPFI ( Persatuan Perusahaan Film Indonesia ) mendesak pemerintah c.q Kementerian
Kesehatan segera menerbitkan protokol kesehatan khusus untuk industri perfilman.

Desakan itu disampaikan langsung Ketua Umum PPFI Deddy Mizwar Selasa (16/6) di Jakarta dalam acara konferensi pers daring, terkait telah berlangsungnya aktifitas syuting film dan  sinetron tanpa protokol kesehatan khusus untuk perfilman.

Apalagi, syuting film dan sinetron di Jakarta itu terjadi di masa masih perberlakuan PSBB transisi di Ibukota.

Pemeran Nagabonar  itu mengkhawatirkan aktifitas syuting yang tidak mengikuti protokol kesehatan khusus dan di masa PSBB akan menciptakan kluster baru penyebaran virus corona.

Dari laporan yang diterimanya suasana di beberapa lokasi aktifitas syuting seperti di masa normal. “Mengerikan. Ini jelas bisa mengorbankan insan film yang terlibat syuting dan secara umum dunia perfilman Indonesia,” katanya.

Mengenai syuting film dan sinetron yang dilakukan beberapa produser film, Deddy mengaku PPFI tidak mempunyai kewenangan untuk melarang.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

PPFI hanya bisa mengimbau dan mengingatkan insan film agar menaati protokol kesehatan.

Paling jauh, mengingatkan agar ada pihak yang bisa dimintai tanggung jawab kalau sampai terjadi penularan akibat aktifitas itu. Yang punya kewenangan melarang pemerintah.

Apalagi di wilayah DKI ada Pergub yang mengatur sanksi bagi pelanggaran PSBB.
“ PPFI juga tidak bisa serta merta mengiyakan atau memberi dukungan kepada produser
anggota PPFI yang mendesak mau syuting. Wewenang itu PPFI tidak punya. Itu urusan
pemerintah juga, “ kata Deddy yang didampingi Zairin Zain, Manoj Punjabi, Wina Armada, dan Adisurya Abdy ketika memberi keterangan pers.

Dalam kesempatan itu Sekjen PPFI Zairin Zain menambahkan mengenai perlunya protokol kesehatan sektor perfilman yang diminta, pihaknya sudah berupaya berkomunikasi dengan berbagai pihak berwenang, namun sejauh ini belum mendapatkan tanggapan.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Deddy Mizwar sepakat PSBB telah membuat dunia film Indonesia kolaps. Ribuan insan film terdampak nafkahnya akibat covid itu. Dia juga setuju upaya untuk kembali membangkitkan ekonomi perfilman. Namun,

Deddy mengingatkan juga pentingnya memperhatikan keselamatan jiwa insan film.
“ Tidak ada juga gunanya ekonomi film bangkit tapi tidak bisa dinikmati pekerjanya jika menjadi terpapar virus corona,” terangnya.

Kongkritnya Ketum PPFI mempersilahkan masyarakat perfilman kembali beraktifitas, namun hendaknya itu sudah satu kesatuan dengan menaati protokol kesehatan yang berlaku dan pada momen pemerintah sudah membolehkan beraktivitas

“ Jadi, ini dua hal yang menjadi concern PPFI. Pertama, protokol kesehatan. Hal kedua, momen yang memang sudah dibolehkan oleh pemerintah untuk beraktifitas. Apakah itu syuting film dan pemutaran film di bioskop, dan lain- lain“ ujarnya.

Atas dasar itulah pemain dan sutradara
sinetron “ Para Pencari Tuhan” ini mendesak pemerintah segera turun tangan menangani
sektor perfilman ini. Sebelum jatuh banyak korban covid19.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Segerakan protokol kesehatan khusus untuk produksi dan pertunjukan film; dan berilah
petunjuk kapan waktu yang tepat aktifitas insan film dapat dimulai, “ desaknya.

Deddy memahami pandangan ahli epidemi bahwa di Indonesia penyebaran virus corona masih sangat mengkhawatirkan. Selain curva yang belum turun, juga sikap acuh tak acuh masyarakat terhadap pembatasan demi menghindari terjangkit virus ganas yang belum ada obatnya.

Pada saat bersamaan ia juga merasakan kegundahan masyarakat film yang bisa dikatakan sudah tiga bulan tinggal di rumah. Bagi sebagian kecil kalangan keadaan itu tidak membuat terlalu sengsara, namun sebagian besar merasakan sudah menyengsarakan.

Lepas dari Itu memang harus ada inisiatif membangkitan ekonomi dunia perfilman karena bidang itu menjadi bagian
dari ekonomi nasional. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB