PPD Tanah Datar Lolos 12 Besar Nasional

Penulis -

Rabu, 5 April 2023 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokopim. Tim penilai Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) tahun 2023 menyambangi Kabupaten Tanah Datar, Rabu (5/4/23).

Kedatangan tim yang tetdiri dari tim penilai independen Prof. Dr. Hermanto Siregar dan tim penilai utama Drs. Sri Bagus Guritno, Ak, M.Sc bersama tim teknis dari Bapenas RI untuk melakukan penilaian tahap akhir setelah lolos 12 besar nasional.

Kehadiran tim penilai PPD tahun 2023 itu disambut langsung oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM bersama Ketua DPRD H. Ronny Mulyadi Dt. Bungsu, dan juga Wakil Ketua Anton Yondra.

Turut menyambut rombongan tim penilai Sekda Iqbal Ramadi Payana, Asisten Ekobang Abdul Hakim, Kepala Bappeda Litbang Alfian Zamra beserta jajaran, Kadis Pertanian Sri Mulyani beserta jajaran, beberapa kepala OPD dilingkup Pemda Tanah Datar.

Dalam sambutannya, Eka Putra sekilas latar belakang lahirnya inovasi Biaya Operasional Membajak Sawah Secara Gratis (Bombastis) di Tanah Datar.

“Dulu sekitar tahun 2018 sebelum Saya sebelum terpilih menjadi Bupati Saya sering keliling dari satu kampung ke kampung yang lain, dan berdiskusi dengan masyarakat yang sebagian besar petani. Sehingga keluhan dan aspirasi yang mereka sampaikan pun sekitar masalah pertanian,” kata Eka Putra.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dari beberapa pertemuan dan diskusi bersama petani lanjutnya, ada beberapa poin yang menjadi catatan waktu itu.

” Cerita ini menjadi beban pikiran Saya. Sehingga mencalonkan diri dan terpilih menjadi Bupati, ada 4 program unggulan kami yang berkaitan dengan petani,” terang Bupati.

Dijelaskannya, 4 program yang berkaitan langsung dengan petani tersebut antara lain Program Bajak Sawah Gratis atau sekarang disebut Bombastis, Asuransi Tani, Perbaikan Irigasi dan peningkatan kuota pupuk bersubsidi.

Disampaikannya lagi, selain 4 program yang dijanjikan kepada masyarakat, dalam menjabat bersama steak holder lainnya Pemda Tanah Datar juga mengaktifkan UPPO. Ini dilakukan dengan harapan, ke depan para petani Tanah Datar tidak lagi tergantung kepada pupuk kimia.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Alhamdulillah apa yang kami cita-citakan tercapai sesuai target yang tercantum pada roadmap program unggulan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Inovasi bombastis pada tahun 2022 berhasil melampaui target yang kami rencanakan semula, dari target 4.200 hektare terealisasi seluas 4.204,49 hektare atau 100,11% yang meliputi 7.900 orang petani penerima manfaat,” ulasnya.

Diakhir penyampaiannya, Bupati berharap agar penilaian ini dapat berjalan dengan lancar dan kepada seluruh steak holder yang terkait juga diminta untuk dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh tim penilai.

Sementara Ketua Tim penilai Prof. Dr. Hermanto Siregar mengatakan bahwa verifikasi lapangan ini dilakukan untuk mencocokkan apa yang telah dipresentasikan oleh Bupati pada eksposnya saat penilaian tahap II beberapa waktu lalu di Jakarta.

“Sejauh yang kami lihat semuanya sudah sesuai dengan apa yang telah dipresentasikan, namun kita akan lihat besok saat Focus Grup Discussion (FGD) karena tentu jangkauannya akan lebih luas,” ujar Hermanto.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Selain itu tambah Hermanto, tujuan lain dari verifikasi lapangan ini adalah untuk melihat langsung apa kelebihan inovasi bombastis dan manfaatnya bagi masyarakat.

Sementara terkait dengan keberadaan bengkel alsintan yang menunjang inovasi bombastis, Hermanto mengatakan akan sangat membantu dan menguntungkan bagi petani karena biaya perbaikan alsintan sudah ditanggung oleh pemerintah.

“Kalau dihitung-hitung dengan adanya inovasi bombastis petani akan hemat biaya sekitar 1 juta rupiah per hektare, sehingga ini tentunya akan menambah semangat para petani,” sampainya.

Hermanto juga mengatakan bahwa program ini juga harus didukung oleh pemerintah pusat dan juga provinsi karena APBD jumlahnya sangat terbatas.

“Harapan kita, kalau program ini mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat dan juga provinsi tentu akan lebih banyak lagi masyarakat yang akan mendapatkan manfaat,” katanya.

Lebih jauh, Hermanto juga menyebutkan bahwa pilihan inovasi bombastis ini juga sudah sesuai dengan kondisi daerah yang merupakan daerah pertanian, tinggal bagaimana ke depannya untuk mengembangkannya. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB