Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

PP-MSI: Pelajaran Sejarah Tidak Dihilangkan

Dibaca : 303

Jakarta ,Prokabar – Melalui Pengurus Pusat Masyarakat Sejarawan Indonesia (PP-MSI), Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI secara resmi mengatakan jika sama sekali tidak berencana menghilangkan pelajaran sejarah dari kurikulum. Atas pernyataan resmi itu, PP-MSI menyambut baik sikap Kemdikbud RI.

Hal ini disampaikan Pengurus Pusat Masyarakat Sejarawan Indonesia (PP-MSI), dalam siaran persnya yang diterima oleh prokabar.com, Sabtu (19/9).

PP-MSI juga memberikan apresiasi terhadap kritik dan penolakan yang sempat berkembang, karena menunjukkan perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap arti penting sejarah dalam membentuk identitas dan karakter bangsa. PP-MSI dengan penuh perhatian mengikuti wacana penyederhanaan kurikulum, yang antara lain menyebutkan bahwa mata pelajaran sejarah akan dihilangkan dari kurikulum.

“Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan sudah memberikan keterangan resmi bahwa pemerintah sama sekali tidak berencana menghilangkan pelajaran sejarah dari kurikulum,” tulis Hilmar Farid, Ph.D, Ketua Umum Masyarakat Sejarawan Indonesia.

Selama ini, PP-MSI mendukung seruan para guru sejarah bahwa pelajaran sejarah berperan penting dalam memberikan arah dan inspirasi bagi penyelesaian masalah kebangsaan, memberikan rujukan nyata dan teladan bagi generasi muda, meningkatkan apresiasi terhadap karya para pendahulu, memberikan perspektif dan ukuran untuk menilai perjalanan bangsa. Dalam hal itu pelajaran sejarah memang sangat menentukan dalam proses pendidikan secara keseluruhan.

Meski telah dikatakan jika tidak akan menghilangkam pelajaran sejarah, namun PP-MSI memintp Pelajaran sejarah tetap dipertahankan sebagai pelajaran wajib di sekolah menengah karena merupakan instrumen strategis untuk membentuk identitas dan karakter siswa. Setiap siswa di setiap jenjang pendidikan, baik yang bersifat umum maupun kejuruan, mendapatkan pendidikan sejarah dengan kualitas yang sama.

Selain itu, PP-MSI juga meminta adanya penyederhanaan kurikulum dengan orientasi peningkatan mutu pelajaran dan disertai peningkatan kompetensi guru.(rls/eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top