Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Potensi Pariwisata Sumbar Belum Terlalu Berdampak Pada Ekonomi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Wahyu Purnama
Dibaca : 164

Padang, Prokabar — Besarnya potensi pariwisata Sumbar ternyata tidak sebanding dengan kontribusinya pada ekonomi yang dihasilkan. Untuk itu, butuh sinergi, inovasi dan transformasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Padang, Wahyu Purnama mengungkapkan, hal itu terkonfirmasi dari perkembangan investasi pariwisata dan kinerja sektor penunjangnya.

“Ini termasuk target tingkat kunjungan yang tidak tercapai. Di 2018 itu target kunjungan 75.000 orang. Realisasi hanya 72,5 persen,” ujarnya pada Prokabar di Padang, beberapa waktu lalu.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat, total Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sektor pariwisata terhadap investasi Sumbar di 2018 hanya 4,53 persen, atau Rp104,6 miliar.

Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) USD27,6 juta, atau menyumbang 15,27 persen dari total investasi. Sementara, pertumbuhan sektor transportasi.

Penyediaan jasa akomodasi makanan dan minuman sebagai sektor penunjang juga belum menggembirakan.

Pada 2018, lanjut Wahyu, tumbuh melambat menjadi 7,35 persen, dari 7,96 pada tahun sebelumnya.

“Dia sangat berkaitan erat dengan kegiatan pariwisata. Nah, itu beberapa indikatornya,” sebut Wahyu.

Menurutnya, semua pihak perlu secara pro aktif menarik investor dalam, maupun luar negeri. Sebab, membangun pariwisata tak lepas dari campur tangan swasta.

Keuangan daerah sangat terbatas dalam pengembangannya. “Songket dan Kota Sawahlunto, misalnya. Itu merupakan modal dasar bagi pengembangan wisata Sumbar,” tutupnya. (tds)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top