Daerah

Polres Padang Pariaman Bekuk 3 Urang Bagak Di Jembatan Darurat

Padang Pariaman, Prokabar — Aksi premanisme meresahkan pengguna jalan di Jembatan Darurat Kayu Tanam, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman membuat Kapolres Padang Pariaman, AKBP. Rizki Nugroho geram. Dua pelaku langsung diamankan jajarannya karena terbukti melakukan pemerasan terhadap truk yang melintasi jembatan tersebut.

“Aksi premanisme dan sangat meresahkan di jalur utama Padang menuju Bukittinggi, sudah sangat meresahkan. Pasalnya, tindakan kekerasan atau paksaan sehingga sudah berbentuk pemerasan. Tindakan ini tidak akan pernah kami biarkan sebagai penegak hukum di wilayah Padang Pariaman,” tegas Kapolres.

Ia melanjutkan 3 orang pelaku telah diamankan. Mereka berinisial N (52), E (43), dan M-E (39). Ketiga oknum preman ini diketahui warga Korong Pasar Usang Kayu Tanam.

“Laporan berawal Tim Opsnal Reskrim Padang Pariaman mendapat laporan adanya tindakan premanisme yang telah meresah pengguna jalan saat melakukan penyeberangan di jembatan darurat Kayu tanam,” ungkap Kapolres.

AKBP Rizki Nugroho menjelaskan adanya beberapa orang masyarakat yang melakukan pemerasan berupa meminta paksa uang tunai terhadap mobil truk yang melintas Menanggapi laporan masyarakat tersebut maka anggota Opsnal melakukan aksi tangkap tangan.

Salah seorang anggota Polres Padang Pariaman kemudian melakukan penyamaran di atas sebuah truk. Sesampai lokasi jembatan, mobil tersebut dihentikan seorang pemuda dan meminta paksa uang sejumlah seratus ribu rupiah kepada sopir truk. Dan apabila tidak diberikan maka mobil truk  disuruh balik kanan dan tidak boleh lewat jembatan.

Saat itu sopir truk tidak mau memberi. Sikap itu membuat preman itu mengeluarkan kata-kata kasar menyuruh sopir balik kanan. Upaya negosiasi sempat terjadi, namun pemuda yang menghadang truk tersebut tetap bersikeras meminta uang sebagai syarat untuk bisa menyeberang di jembatan darurat tersebut.

Di saat itulah Tim Opsnal Polres Padang Pariaman mengamankan pemuda tersebut. Kemudian dibawa ke Mako Polres, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Ketiga pelaku kami jerat pasal 368 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana atau KUHP tentang Pemerasan. Dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 9 tahun,” pungkasnya. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top