Polres Agam Masuk Ponpes Prof. Dr. Buya Hamka, Ada Apa?

Penulis -

Selasa, 28 Januari 2020 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar — Jajaran Polres Agam terus gencar melakukan gerakan dan kini merambah ke pondok pesantren Prof. Dr. Buya Hamka di Jorong Kukuba, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Setelah berhasil merangkul dengan beberapa sekolah tingkat menengah dan atas, kini kesepakatan integritas pemberantasan dan pencegahan bahaya laten narkoba, masuk ke salah satu ponpes ternama tersebut.

“Ini pembelajaran bahaya narkoba ditingkat pesantren. Intinya mengenalkan kepada santriawan dan santriwati tentang apa sih itu narkoba dan bahayanya seperti apa dan bagaimana mencegahnya,” terang Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan kepada Prokabar.com usai melakukan penandatanganan integritas dengan ponpes Prof. Dr. Buya Hamka, Selasa (28/1).

Kapolres Agam melanjutkan dengan pembelajaran ini sehingga membuat para santri memahami dan mengetahui bentuk-bentuk narkoba yang ada kemudian bahayanya seperti apa. “Itu yang kita inginkan,” terangnya.

Kedepannya, Kapolres Agam dan jajarannya berharap melalui pemahaman kepada santri yang didominasi akan menjadi pendakwah handal nantinya. “Selain pembelajaran Agama Islam dan pelajaran umum, santri yang cikal bakal generasi ulama dan mubaliq dapat juga menjadi pelopor pencegah peredaran narkoba diwilayah ia berdakwah,” ungkap AKBP Dwi Nur Setiawan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Kita apresiasi juga kepada Iptu Akhiruddin lanjut Kapolres, karena telah menggagas dan memprogram inovasi tersebut ke dunia pendidikan dan pondok pesantren. “Target kita, Alhamdulillah Pak Akhiruddin lolos seleksi lomba di Polda Sumbar sebagai Polisi Inovatif dan inisiatif melakukan perubahan. Insya Allah, beliau melangkah ke Tingkat Nasional. Dengan program Bahaya Laten Narkoba Masuk Sekolah ini diharapkan menjadi pilot projek di Tingkat Polres Agam maupun Tingkat Nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Prof. Dr. Buya Hamka, Teja Dirgahayu menyambut baik kerjasama integritas bahaya narkoba tersebut. Dan target kedepan, Pondok Pesantren tersebut menjadi percontohan pada pondok pesantren lainnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Sesuai yang disampaikan Kapolres Agam tadi bahwa narkoba ini lebih berbahaya daripada teroris. Harusnya semua komponen ikut menanggulangi, terutama santri-santri yang terjun ke tengah masyarakat,” jelas Teja.

Santri yang menjadi mubalik jelas akan mendapat bahan pelajaran bahaya narkoba beserta berbagai jenis, bentuk dan ciri-ciri obat maupun penggunanya. Sehingga memudahkan pembelajaran ke tengah mssyarakat.

“Kita harapkan para santri menjadi pion penyelamat generasi muda nantinya. Baik untuk masa depan pondok pesantren ini sendiri maupun untuk santriwan dan santriwati itu sendiri,” tuturnya.

Kegiatan akan terus berlanjut sampai kapanpun kesanggupan ponpes itu nantinya. “Dan bisa berubah bagaimana image polri dan santri itu satu dan bisa bekerjasama untuk kehidupan masyarakat luas,” harapnya.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), Erson Dt. Rangkayo Basa sangat senang adanya lembaga pendidikan berkerjasama dengan jajaran Polri terkait pencegahan bahaya laten narkoba. Pasalnya, narkoba merupakan musuh semua instansi dan masyarakat. Musuh paling berbahaya bangsa dan negara Republik Indonesia.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kami sangat bersyukur atas kesepakatan tersebut. Narkoba ini musuh besar terutama pengaruh buruk terhadap anak dan kemenakan kami di Nagari Maninjau. Dan kami akan mendukung program ini sesuai kapasitas dan kemampuan kami miliki,” terangnya.

Ninik Mamak Maninjau tersebut juga akan menggagas dan mengusulkan Pemerintan Nagari Maninjau bisa pula memprogram pembinaan bahaya laten narkoba tersebut dengan Polres Agam atau Polsek Tanjujg Raya. pungkasnya. Karena sangat efektif mencegah dan membentengi pemuda dan pelajar dari bahaya laten narkoba.

“Kami dari KAN Maninjau akan mencoba mengusulkan program ke Pemerintahan Nagari Maninjau untuk menjalin kerjasama ini dengan pihak berwajib. Maninjau daerah wisata, sangat rawan dan rentan dengan peredaran narkoba. Dengan adanya integritas kerjasama ini, diharakan mencegah dan membuat ruang sempit pelaku pengedar narkoba,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB