Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Daerah

Polres Agam Masuk Ponpes Prof. Dr. Buya Hamka, Ada Apa?

Maninjau, Prokabar — Jajaran Polres Agam terus gencar melakukan gerakan dan kini merambah ke pondok pesantren Prof. Dr. Buya Hamka di Jorong Kukuba, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Setelah berhasil merangkul dengan beberapa sekolah tingkat menengah dan atas, kini kesepakatan integritas pemberantasan dan pencegahan bahaya laten narkoba, masuk ke salah satu ponpes ternama tersebut.

“Ini pembelajaran bahaya narkoba ditingkat pesantren. Intinya mengenalkan kepada santriawan dan santriwati tentang apa sih itu narkoba dan bahayanya seperti apa dan bagaimana mencegahnya,” terang Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan kepada Prokabar.com usai melakukan penandatanganan integritas dengan ponpes Prof. Dr. Buya Hamka, Selasa (28/1).

Kapolres Agam melanjutkan dengan pembelajaran ini sehingga membuat para santri memahami dan mengetahui bentuk-bentuk narkoba yang ada kemudian bahayanya seperti apa. “Itu yang kita inginkan,” terangnya.

Kedepannya, Kapolres Agam dan jajarannya berharap melalui pemahaman kepada santri yang didominasi akan menjadi pendakwah handal nantinya. “Selain pembelajaran Agama Islam dan pelajaran umum, santri yang cikal bakal generasi ulama dan mubaliq dapat juga menjadi pelopor pencegah peredaran narkoba diwilayah ia berdakwah,” ungkap AKBP Dwi Nur Setiawan.

Kita apresiasi juga kepada Iptu Akhiruddin lanjut Kapolres, karena telah menggagas dan memprogram inovasi tersebut ke dunia pendidikan dan pondok pesantren. “Target kita, Alhamdulillah Pak Akhiruddin lolos seleksi lomba di Polda Sumbar sebagai Polisi Inovatif dan inisiatif melakukan perubahan. Insya Allah, beliau melangkah ke Tingkat Nasional. Dengan program Bahaya Laten Narkoba Masuk Sekolah ini diharapkan menjadi pilot projek di Tingkat Polres Agam maupun Tingkat Nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Prof. Dr. Buya Hamka, Teja Dirgahayu menyambut baik kerjasama integritas bahaya narkoba tersebut. Dan target kedepan, Pondok Pesantren tersebut menjadi percontohan pada pondok pesantren lainnya.

“Sesuai yang disampaikan Kapolres Agam tadi bahwa narkoba ini lebih berbahaya daripada teroris. Harusnya semua komponen ikut menanggulangi, terutama santri-santri yang terjun ke tengah masyarakat,” jelas Teja.

Santri yang menjadi mubalik jelas akan mendapat bahan pelajaran bahaya narkoba beserta berbagai jenis, bentuk dan ciri-ciri obat maupun penggunanya. Sehingga memudahkan pembelajaran ke tengah mssyarakat.

“Kita harapkan para santri menjadi pion penyelamat generasi muda nantinya. Baik untuk masa depan pondok pesantren ini sendiri maupun untuk santriwan dan santriwati itu sendiri,” tuturnya.

Kegiatan akan terus berlanjut sampai kapanpun kesanggupan ponpes itu nantinya. “Dan bisa berubah bagaimana image polri dan santri itu satu dan bisa bekerjasama untuk kehidupan masyarakat luas,” harapnya.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), Erson Dt. Rangkayo Basa sangat senang adanya lembaga pendidikan berkerjasama dengan jajaran Polri terkait pencegahan bahaya laten narkoba. Pasalnya, narkoba merupakan musuh semua instansi dan masyarakat. Musuh paling berbahaya bangsa dan negara Republik Indonesia.

“Kami sangat bersyukur atas kesepakatan tersebut. Narkoba ini musuh besar terutama pengaruh buruk terhadap anak dan kemenakan kami di Nagari Maninjau. Dan kami akan mendukung program ini sesuai kapasitas dan kemampuan kami miliki,” terangnya.

Ninik Mamak Maninjau tersebut juga akan menggagas dan mengusulkan Pemerintan Nagari Maninjau bisa pula memprogram pembinaan bahaya laten narkoba tersebut dengan Polres Agam atau Polsek Tanjujg Raya. pungkasnya. Karena sangat efektif mencegah dan membentengi pemuda dan pelajar dari bahaya laten narkoba.

“Kami dari KAN Maninjau akan mencoba mengusulkan program ke Pemerintahan Nagari Maninjau untuk menjalin kerjasama ini dengan pihak berwajib. Maninjau daerah wisata, sangat rawan dan rentan dengan peredaran narkoba. Dengan adanya integritas kerjasama ini, diharakan mencegah dan membuat ruang sempit pelaku pengedar narkoba,” pungkasnya. (rud)

Berani Komen Itu Baik

Tirto.ID
Loading...
To Top