Padang, Prokabar — Jelang perhelatan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sumatera Barat 2020 sejumlah nama telah mengapung. Dari salah satu survei atau polling bakal calon Gubernur Sumbar yang diadakan Portal berita Covesia.com, nama Reydonnyzar Moenek sementara menjadi pilihan teratas para pembaca.
Berdasarkan hasil yang dilansir Jumat (10/1) pukul 14.30 wib, survei tersebut telah diikuti sebanyak 981 pemilih. Dari 15 nama bakal calon gubernur yang terpampang di hasil polling itu, Reydonnyzar Moenek meraih angka tertinggi 45%.
Kemudian disusul Mahyeldi Ansharullah 12%, sementara Nasrul Abit 8%, Fakhrizal dan Edriana, 7%. Disusul Indra Catri dan Mulyadi 4%, serta Shadiq Pasadique, Aldi Taher, Riza Falepi, Andre Rosiade, dan Tifatul Sembiring di angka 2%. Syamsu Rahim, Ali Mukhni dan Genius Umar masih 1%.

Covesia.com telah membuka pooling calon Gubernur Sumbar sebulan yang lalu dengan memberikan pertanyaan kepada pemilih “Siapa Bakal Calon Gubernur Sumatera Barat Pilihanmu?”. Dan pemilih hanya bisa memilih untuk satu kali pilihan, tidak bisa dua kali, kecuali kalau hape pemilih itu banyak.
Informasinya, polling yang menggambarkan pilihan pembaca covesia.com terhadap bakal calon Gubernur Sumbar itu, ditutup menjelang pendaftaran pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur ke KPU Sumbar.
Donny Moenek, yang sehari-hari Sekjen DPD RI, berterima kasih kepada mereka yang telah menjatuhkan pilihan kepadanya. “Kita tahu portal berita covesia.com merupakan koran online yang punya reputasi di Sumbar. Jadi tidak main-main di dalam menggelar polling,” ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp.
Berdasarkan testimoni dari tokoh-tokoh masyarakat Sumbar, seperti Ketua Umum LKAAM Sayuti Dt Rajo Pangulu dan Bundo Kanduang Prof Raudha Thaib, sosok Donny Moenek mendapat apresiasi positif. Walaupun cuma sekitar 7 bulan menjadi pejabat gubernur, tapi banyak kontribusinya terhadap Sumbar.
Donny Moenek yang merupakan pamong senior, ahli dalam masalah fiskal, khususnya yang berhubungan dengan keuangan daerah. Tamatan APDN Semarang, dan doktor dari Unpad Bandung itu mempunyai jaringan, baik di dalam maupun luar negeri, dan lobi yang kuat di pusat, yang bisa mendatangkan dana-dana pusat ke daerah. (*)
















