Politisi Minang Setiap Masa Selalu Mewarnai Republik

Penulis -

Sabtu, 17 Februari 2018 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Tak salah kalau suku minang menyebut setengah saham republik ini karena andil etnis Minangkabau waktu itu.
Bahkan itu tak terbantahkan karena tercatat pada tinta emas sejarah republik ini, menurut putera Amien Rais yang juga Anggota Fraksi PAN DPR RI, Hanafi Rais, sejarah politisi Minang adalah sejarah para negarawan.

“Dari Mohammad Hatta, Buya Hamka, Sjahrir, Sjafruddin Prawiranegara hingga Tan Malaka. Mereka telah melahirkan republik tercinta ini,”ujar Hanafi Rais, Jumat 16/2 via whatshap mesenger kepada media di Padang.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Nah, kata Hanafi Rais pada abad millennial ini dan khususnya momen politik 2019, tentu dirinya berharap lahir juga para politisi-negarawan dari Minang.  “Dan bisa klop menangkap semangat zaman sekarang,”ujarnya.

Bahkan Hanafi Rais tidak meragukan kalau regenerasi alamiah politisi minang selalu terjadi.

“Dan setiap masa politisi minang itu mampu mewarnai dinamika politik nasional, untuk Pileg 2019 nanti. Saya percaya saudara ku Zuhrizul mampu menjadi bagian dari tradisi di atas,”ujarnya.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Zuhrizul Chaniago yang dikenal sebagai praktisi pariwisata berbasiskan pemberdayaan ekonomi masyarakat dikonfirmasi terkait disebut namanya oleh putera Amien Rais, Hanafi Rais, mengatakan dirinya masih melihat situasi politik pemilihan di Sumbar.

“Pertama saya ucapkan terima kasih kepada Mas Hanafi atas apresiasinya kepada politisi minangkabau dari dulu sampai sekarang, kedua soal saya maju di pentas politik 2019 nanti, saya masih lihat situasi politik di Sumbar,”ujar Zuhrizul.

Menurut Zuhrizul kalau saat ini, dirinya masih fokus membangun pariwisata berbasiskan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

“Karena potensi pariwisata di Sumbar sangat besar dan itu, jika tidak melibatkan masyarakat pasti tidak akan berpengaruh kepada ekonomi masyarakat di lingkungan daerah pariwisata,”ujarnya.

Didesak wartawan maju pada Caleg DPR RI, Zuhrizul tetap kukuh mengatakan tunggu momentum yang pas.

“Keputusan politik berkaitan dengan momentum, kini saya belum bisa memastikan, karena saya tetap fokus pada kerja membangun pariwisata berbasiskan ekonomi rakyat dulu,”ujar Zuhrizul. (rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB