Sungai Batang, Prokabar — Kepala Polisi Resor Tanjung Raya, Iptu Yudi Fartanto, melalui Wakil Polsek Tanjung Raya, Iptu Akhiruddin kembali melakukan pembinaan dan pengayoman kepada masyatakat. Aparatur negara dijuluki Polisi Didikan Shubuh tersebut, menyambangi puluhan anak-anak TPA/MDA Jorong Batuang Panjang, Nagari Sungai Batang, Minggu (8/3).
Pada kesempatan tersebut disambut baik guru-guru beserta orang tua murid. Terdiri dari lima rumah ibadah dari empat tapian (seringkat dusun atau RT). setelah anak-anak tampil selayak kegiatan didikan subuh pada umumnya, wejangan pun disampaikan.
“Anak-anak Bapak, kami mewakili Polsek Tanjung Raya sangat bangga atas keberanian dan ketanggkasan dalam penampilan masing-masing. Meski masih berusia dini, sudah banyak yang berani tampil dihadapan banyak orang tua. Itu sangat bagus,” paparnya.
Dalam hal semua itu dibutuhkan keberanian dan penguasaan materi yang baik dan benar. Potret tersebut mencerminkan peranan guru dan orang tua mendidik anak-anak mereka sangat baik.
“Namun demikian, Bapak tetap menekankan kepada anak-anak untuk memiliki sifat dasar yang harus diamalkan dan teladani. Tirulah empat sifat Nabi Muhammad SAW. Siddiq, Amanah, Fathanah dan Tabliq” ungkapnya.
Siddiq artinya Jujur. Nabi sangat terkenal dengan kejujurannya. Amanah sangat dipercaya dan menjaga tanggung jawab yang diamanahkan oleh siapa saja. Fathanah merupakan cerdas dan pintar. Sedangkan Tabliq, selalu menyampaikan kebaikan dan kebenaran kepada seluruh umat manusia.
“Bila anak-anak kita sudah memiliki, menanamkan dan mengaplikasikan empat sifat Rasulullah ini, Insyaallah akan jauh dari segala perbuatan buruk dan dilarang ajara Islam. Termasuk bahaya laten Narkoba,” terang Iptu Akhuruddin.
Korelasinya jelas, anak-anak yang telah memiliki prinsip dan pendirian yang teguh kepada yang Maha Kuasa, pasti takut mendekati segala perbuatan yang dilarang. Perbuatan yang akan merusak dirinya sendiri dan orang lain.
Awalnya, Bapak Kapolsek Tanjung Raya, Iptu Yudi Fartanto ingin ikut dalam kegiatan tersebut. Namun karena ada kegiatan penting dari semalam, membuat beliau batal mengikuti kegiatan tersebut. Meski demikian, beliau berpesan melalui agar generasi penerus untuk tetap hati-hati memilik teman.
“Jangan sekali-kali mau diajak menghirup lem oleh siapa pun. Karena dapat merusak otak nantinya. Lem memiliki zat adiktif berbahaya jika kecanduan menghirupnya,” tuturnya lagi.
Pada kesempatan itu, mantan Kaur Bin Ops Sat Binmas Polres Agam tersebut juga menyerahkan dua buah buku Bahaya Laten Narkoba kepada murid yang berhasil menjawab pertanyaan. Dan tiga buah buku kepada pengurus Masjid Inyiak De Er. Berharap dapat tambahan ilmu pengetahuan tentang dampak bahaya narkoba pada setiap individu.
Sementara itu, Ustad Dasri salah seorang Tokoh Agam mewakili masyarakat Batung Panjang sangat bersyukur atas kehadiran Wakil Polsek Tanjung Raya itu. “Didikan Subuh merupakan lembaga agama yang sangat kita banggakan di Sumatra Barat. Dan di Kabupaten Agam dimasa Bupati Aristo Munandar, pernah dapat penghargaan,” ujarnya.
Pelaksanaan didikan subuh gabungan se kabupaten Agam pernah semarak di Nagari Sungai Batang. Dan kita akan upaya untuk semarak lagi kedepannya.
“Masjid merupakan pusat pendidikan tidak hanya keagaaman, melainkan juga pusat penerpaan karakter generasi penerus, peningkat perekonomian, serta sosial dan budaya,” imbuhnya.
Alhamdulillah lanjutnya, semoga kegiatan ini terus bergelora dan semarak bagi generasi penerus. Terimakasih Pak Kapolsek, telah menghadiri kegiatan didikan subuh gabungan di Jorong jorong Batung Panjang ini.
“Memberikan bimbingan, pengayoman, nasihat dan ilmu terkait bahaya bahan adiktif. Kita baru mengetahui, ternyata kotek itu berbahaya pada kecanduan baun. Semoga generasi penerus kita melahirkan kader-kader terbaik nantinya,” Pungkas Ustad Dasri. (rud)
















