Tanah Datar, Prokabar — Selain membawa lumpur, Banjir bandang Tanjung Bonai juga menyertakan kayu gelondongan dari atas gunung sago. Kayu kayu berukuran besar tersebut menghamtam pemukiman dan kedai warga hingga hancur tak berbentuk. Bahkan satu unit rumah, hanya tinggal pondasi setelah dihantam oleh kayu berukuran cukup besar.
Dalam kunjungan Kapolda ke lokasi bencana banjir bandang di Kenagarian Tanjung Bonai mengatakan, selain faktor alam, pihak kepolisian akan mendalami campur tangan manusia hingga yerjadi musibah yang merenggut nyawa manusia.
“Kita akan dalami. Selain faktor alam, kita akan mendalami campur tangan manusia hingga terjadi seperti ini,” ucap Kapolda sumbar Irjen. Pol. Drs. Fakhrizal, M.Hum.
Selain itu, Kapolda juga mengungkapkan kebutuhan alat berat yang masih kurang di lokasi bencana banjir bandang. Saat ini, keberadaan alat berat hanya satu unit, dan dibutuhkan penambahan untuk pembersihan lokasi.
” Kita tengah melakukan pembersihan, dan baru satu alat berat dilokasi, minimal butuh 3 hingga 4 alat berat,” tambah putra kelahiran Bukittinggi 26 Aptil 1963.
Selain itu, kapolda juga mengatakan akibat tingginya intensitas hujan mengakibatkan beberala kabupaten kota di sumatra barat dilanda bencana alam, seperti Pasaman Barat, Padang Pariaman dan juga Kepulauan Mentawai.(eym)
















