Padang, Prokabar — Palang merah mulai dari tingkat RW remaja, cabang dan juga provinsi, akan terus berperan dalam perang melawan covid-19.
Untuk itu sinergi sangat diperlukan dalam hal ini, sesuai dengan peran masing-masing.
Kondisi Kota Padang saat ini yang masih di zona orange membuat sosialisasi dan edukasi harus tetap berjalan di tengah sedang giatnya penegakan aturan protokol kesehatan oleh satgas covid-19.
Peran ini yang dapat dilakukan oleh PMI Cabang Padang, selain ajakan donor darah dan lainnya.
Zulhardi Zakaria latif menyebut, silaturahmi dan sinergi jadi peran penting kedepannya ditengah covid-19 yang belum terlihat akan mereda.
Ini yang akan terus digencarkan pmi cabang padang, yang juga disuarakan pekan ini di hari Palang Merah internasional.
Sementara itu ketua bidang humas PMI Sumbar, Eko Yanche Edrie menjelaskan sejarah seputar awal mula Palang Merah berdiri.
Palang merah internasional sejatinya adalah keinginan henry dunant, seorang pengusaha dan aktivis sosial, yang terjebak di sebuah kota yang bernama solferino, tempat terjadinya pertempuran antara prancis dan austria pada juni 1859.
Dengan kondisi 35 ribu tentara yang tewas, sekarat dan terluka, tanpa perawatan yang berarti. Dunant pun bersama warga setempat melakukan perawatan tanpa membeda-bedakan dari mana tentara tersebut berasal.
Peace Corner atau sudut perdamaian di setiap perang, terus disuarakan, agar setiap tentara atau prajurit yang terluka dapat diobati dengan baik.
Yang disuarakan oleh Dunant disebut Eko Yanche adalah bahwa melindungi, meninggikan harkat kemanusiaan setiap insan dapat dilakukan dimana saja, tak terkecuali dalam kondisi perang.
Usai perang tersebut, Dunant terus mempromosikan seputar pentingnya setiap negara memiliki organisasi palang merah.
Dengan tema bersatu kita tak terkalahkan oleh Palang Merah Internasional, diharapkan, PMI dapat berbuat lebih dalam menekan potensi penyebaran covid-19, dengan mengedepankan edukasi kepada masyarakat. (Adh)
















