Daerah

PMI Agam Bagikan paket PHBS Gratis

Dibaca : 122

Agam, Prokabar — Mencegah penyebaran Covid-19, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Agam, Sumatra Barat membagikan ratusan paket Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta melakukan penyemprotan disinfektan secara gratis bagi sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

Kepala Markas PMI Kabupaten Agam, Ade Alfani mengatakan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, selama satu semester ke depan pihaknya akan membagikan paket PHBS yang menyasar para pedagang.

“Dari Januari hingga Juni 2021 atau pada semester I ini, PMI Agam sudah dan akan membagikan 100 paket PHBS kepada para pedagang,” ujarnya dilansir Prokabar dari MC Agam, Minggu (24/1).

Mengapa yang disasar pedagang, imbuh dia, karena pedagang memiliki aktivitas dan mobilitas yang tinggi. Menurut dia, para pedagang lebih berisiko tertular Covid-19.

“Jadi, kepada merekalah paket ini diberikan, pendistribusian diberikan secara langsung, baik pada pedagang di pasar tradisional, di tempat wisata ataupun di warung-warung pribadi,” tutur dia.

Lebih lanjut disebutkan, adapun isi paket PHBS tersebut antara lain masker, handsanitizer dan sabun. Pembagian paket PHBS merupakan program nasional PMI di seluruh Indonesia dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19.

“Para relawan juga melakukan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat serta pentingnya mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Ade.

Selain pembagian paket PHBS, terhitung sejak 15 Januari hingga 30 Januari mendatang, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan secara gratis bagi sekolah-sekolah.

Dikatakan, penyemprotan tersebut dilakukan untuk menyokong pelaksanaan sekolah tatap muka di daerah setempat agar tidak menimbulkan klaster baru.

“Penyemprotan ini gratis, untuk itu bagi sekolah yang ingin sekolahnya disemprot disinfektan silakan hubungi kami di markas PMI Agam. PMI Kabupaten Agam sangat konsen dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar dia.

Menurut dia, di tengah pandemi PMI akan lebih gencar pada edukasi ketimbang pelarangan, seperti kegiatan sosialisasi.

“Sampai sekarang edukasi dan sosialisasi  ke warung warung (lapau ka lapau) PMI Agam masih terus dilakukan. Sebab ini bencana kemanusiaan, jadi kita tidak boleh berhenti, ada atau tidak adanya dana,” tutup dia. (*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top