Padang, Prokabar – Percepatan pembangunan pelabuhan Teluk Tapang terus dikebut. Beberapa sarana dan prasarana akan dilengkapi pada pelabuhan yang terletak di Kabupaten Pasaman Barat tersebut, mulai dari jalan, penambahan panjang pelabuhan hingga listrik untuk penerangan.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit usai menggelar pertemuan dengan pihak PT. Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Wilayah Sumatera Barat (PLN Wilayah Sumbar) mengatakan, PLN segera akan melakukan kajian kebutuhan listrik Teluk Tapang.
Dilanjutkan Nasrul, PLN akan menyusun Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) pada tahun 2019 ini, kemudian mudah-mudahan pada tahun 2020 sudah dalam pembangunan, sehingga pada tahun 2021 aliran listrik sudah dapat membantu operasional pelabuhan teluk Tapang.
“PLN akan melakukan peninjauan kelapangan secepatnya guna menyusun perencanaan pembangunan gardu di Air Bangis nantinya,” katanya, Selasa (13/3).
Kemudian dari perencanaan yang berkembang dari pertemuan dengan PLN, Gardu Air Bangis yang dibangun itu nantinya akan konek dengan pembangunan gardu induk PLN di Ujung Gading dan aliran listrik dinyatakan cukup dalam kapasitas jaringan PLN yang ada.
Wagub Nasrul Abit juga menambahkan, pembahasan percepatan pembangunan jaringan listrik menuju pelabuhan teluk Tapang sudah mendesak. Tahun ini PT Pelindo telah menyiapkan dana Rp68 Miliar dalam melengkapi fasilitas teluk Tapang termasuk menambahan dermaga.
“Beberapa perusahaan juga kemaren telah melakukan peninjauan dan melihat secara langsung besarnya potensi pelabuhan Teluk Tapang Pasaman Barat. Potensi batu besi seluas 82 ha yang kadar besi lebih dari 60 persen,” terangnya.
Untuk diketahui, pelabuhan Teluk Tapang direncanakan akan menjadi bongkar muat potensi alam Pasaman Barat mulai dari kelapa sawit atau CPO, ikan, tambang biji besi dan potensi lainnya. Sehingga hasil alam tersebut tidak dibawa ke pelabuhan Teluk Bayur.(*/mbb)
















