Pipa Pamsipas Dirusak, Ratusan Kepala Keluarga Terancam Kekurangan Air Bersih

Penulis -

Rabu, 8 Oktober 2025 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Ratusan kepala keluarga yang ada di Koto Baru, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang terancam tidak mendapatkan fasilitas air bersih.

Hal ini disebabkan aksi premanisme dengan merusak pipa Pamsimas yang dilakukan sekelompok pemuda di wilayah tersebut.

Aksi preman ini dilakukan, Selasa (7/10/2025). Putusnya distrubusi air bersih ini baru diketahui pukul 19.00 setelah adanya pengaduan warga pemakai air Pamsimas karena pasokan air ke rumahnya mati.

Zalmaidi, pengurus Pamsimas Koto Baru mengakui ada 4 pipa air yang dirusak hingga tidak bisa mengalirkan air. Dirinya juga menyayangkan sikap sekelompk pemuda bergaya premanisme dengan merusak fasilitas umum.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Tidak menerima perlakukan tersebut, Zalmaidi bersama beberapa orang pengurus Pamsimas lainnya melaporkan perbuatan pidana tersebut kepada Polsek Pauh.

Zalmaidi akui, air merupakan hajat hidup orang banyak, kalau sudah merusak pipa air bersih, sama juga dengan mengganggu hidup masyarakat.

Zalmaidi yang kerap disapa Edi ini berharap pihak kepolisian menangkap pelaku pengrusakan, karena dalam pelaporannya Edi membawa beberapa alat bukti berupa rekaman sekelompok pemuda yang berniat ingin melakukan pengerusakan dan foto pipa Pamsimas yang telah dirusak.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Menanggapi hal tersebut, AIPTU Doni, penyidik yang menerima laporan pengurus Pamsimas Koto Baru berjanji akan segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kasus pengerusakan fasilitas umum tersebut.

Sementara itu, Nurbaini, tokoh perempuan Koto Baru memastikan hal ini dipicu karena pemaksaan pemakaian jalan oleh perusahan peternak ayam di kawasan tersebut, dimana pihak peternak ayam terus memaksakan kendaraan berat yang tidak sesuai tonase jalan untuk melintasi jalanan tersebut.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Nurbaini juga mengajak masyarakat dan pemuda di wilayahnya untuk cerdas dan bijak dalam bertindak, tujuannya agar tidak merugikan diri sendiri atas perbuatan yang dilakukan.

Nurbaini juga sayangkan lambannya respon pemerintah kelurahan dan kecamatan hingga permasalahan yang terjadi di Koto Baru Limau Manis Selatan kian berlarut-larut. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB