Pintu Air Rusak, Pemicu Banjir di Tambuo Bukittinggi

Penulis -

Senin, 17 Februari 2020 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukittinggi, Prokabar – Penyebab banjir di Parak Tinggi Tambuo, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Bukittinggi terungkap setelah Petugas Irigasi Kepengamatan Wilayah II PSDA Sumbar melakukan gotong royong di Daerah Aliran Sungai Batang Tambuo, Senin (17/2).

Petugas Pengamat PSDA Sumbar Andi Satria mengatakan, seharusnya banjir itu tak terjadi.

“Dengan intensitas hujan seperti kemarin, seharusnya tak terjadi jika ada pemeliharaan terhadap bendungan Batang Tambuo,”katanya.

Ia mengatakan, banjir terjadi setelah pintu air bendungan tak bisa dibuka atau rusak karena banyaknya tumpukan sampah.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Bendungan Batang Tambuo, punya lebar sekitar 5 meter dan 3 pintu pengendali air. di samping Bendungan, ada saluran irigasi yang disebut Banda Surian selebar 1,5 meter.

Saat kejadian, tak ada petugas di pintu air. Akibatnya, bendungan tersumbat sampah dan pintu air tak bisa dibuka sehingga aliran sungai berpindah Banda Surian.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Tentu saja, Banda Surian tak sanggup menahan debit air dalam jumlah besar, dan berakibat terjadinya banjir di pemukiman yang berada diantara Banda Surian dan Batang Tambuo atau di sepanjang Daerah Aliaran Sungai (DAS) Batang Tambuo.

Dampaknya bertambah parah karena Banda Surian juga penuh sampah, sehingga air kian tak terkendali.

“Ini PR bagi Wali Kota Bukittinggi terkait sampah seperti ini,”jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bukittinggi Riyandi mengatakan, selain faktor bendungan tak berfungsi masih ada faktor pendukung lainnya penyebab banjir Tambuo.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Intensitas hujan memang sangat tinggi, lalu sendimen sungai yang dangkal juga berperan,”ujarnya.

Pantauan KLIKPOSITIF ,timbunan sampah seperti ranting kayu dan sampah lainnya memang tampak tinggi di pintu air sehingga cukup sulit bagi petugas untuk mengevakuasinya.

Banjir Tambuo terjadi pada Sabtu sore 15 Februari 2020, sebanyak 73 jiwa terdampak.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB