Nasional

Pimpinan Komisi A & B DPRD DKI Kunjungi Tenda Mesjid At-Tabayyun

Jamaah Masjid At Tabayyun mendengarkan taisoyah Ramadhan.

Dibaca : 106

Jakarta, Prokabar – Ketua Komisi B DPRD DKI, Ir H Abdul Azis SSi, Minggu (25/4) malam mengunjungi Tenda Mesjid At Tabayyun untuk memastikan tenda yang digunakan warga beribadah di perumahan Taman Villa Meruya, Jakarta Barat, tetap berdiri.

Ia disertai Drs Nasrullah ME, Sekretaris Komisi A DPRD DKI dan Ketua DPD PKS Jakarta Barat, HM Candisar Al Hadid.

Dua minggu terakhir Tenda Mesjid At Tabayyun memang mendapat perhatian luas masyarakat karena diancam mau dirubuhkan segelintir warga TVM yang tidak senang.

Padahal, pihak dimaksud sudah pernah membuat kesepakatan, yang belakangan itu mereka khianati.

“Kunjungan ini sebagai silaturahmi dengan warga Muslim di TVM dan hendak memastikan warga tetap tenang dan nyaman melaksanakan ibadah. Kami mau yakinkan jaminan perlindungan negara bagi warga pemeluk agama beribadah di Indonesia, ibadah agama apapun,” kata Abdul Azis.

“Jangan takut. Apalagi, sudah mengikuti seluruh prosedur serta aturan hukum dan mengantongi izin Gubernur DKI. Sudah membayar pula sewa tanah, sudah memberi pemasukan pada kas negara,” tambah drs Nasrullah.

Diskusi komisi A dan B DPRD DKI Jakarta dengan jamaah Masji At-Tabayyun.

Gugatan ngawur

Kunjungan para politisi PKS itu beserta rombongan disambut oleh Ketua Panitia Pembangunan Mesjid At Tabayyun, H Marah Sakti Siregar bersama jajaran pengurus.

Ikut menyambut Camat Kembangan Joko Mulyono S.Sos dan Lurah Meruya Selatan dan Utara, Zainuddin MAP. Dalam kesempatan itu Marah Sakti Siregar menguraikan rencana pembangunan Mesjid At Tabayyun di TVM.

“Kami sudah tiga tahun mengurus perizinan. Kami memastikan, jalan kami sudah benar,” kata Marah Sakti.

Pihaknya yakin betul gugatan segelintir warga kepada Gubernur karena memberi kami izin membangun mesjid, hanya dilandasi perasaan iri dan dengki.

“Apalagi bikin surat somasi minta bongkar tenda ini. Legal standing tak jelas, tak punya kaitan dengan tanah Pemprov. Mereka keberatan sebagai warga, lupa kami pun juga warga. Kapan pula mereka dapat kuasa dari pemprov sebagai pemilik tanah. Seenaknya mengutip UU untuk menyalahkan kami, padahal jelas bukan mereka yang punya wewenang itu. Makanya, kepada seluruh warga kami selalu minta mereka tenang. Jangan bertindak sendiri-sendiri. Insya Allah kami di jalan benar,” urai wartawan senior itu yang juga Tenaga Ahli di Dewan Pers.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top