Pimpinan DPRD Pessel Sebut Kaban BPKAD Bencong

Penulis -

Selasa, 15 September 2020 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Kepala Badan Pendapatan Keuangan Aset Daerah (BPKAD), Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Suhandri ‘ngamuk’ disebut bencong oleh pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Hakimin, saat rapat bersama Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD), di DPRD setempat, Selasa (15/9).

Pernyataan (bencong) ini yang keluar dari mulut Hakimin kepada Suhandri memuncak saat Suhandri tidak bisa menjelaskan seluruh anggran Covid-19 yang tengah tidak berkejelasan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Suhandri mengaku, dirinya tidak terima disebut bencong oleh wakil dewan dari fraksi Gerindra, Hakimin itu.

“Saya disebut bencong, saya tidak terima dan saya disebut jua menangis saat rapat, “ujarnya dengan wajah marah.

Rapat ini membahas tentang anggaran penanggulangan Covid-19 bernilai Rp47 miliar dari total refocusing anggran Rp99 miliar sesuai dengan Perpres nomor 45 tahun 2020 dan setelah penundaan DAU.

Dari 99 miliar tersebut yang sudah terpakai sekitar 44 miliar, dengan rincian penanggulangan bencana alam 1,3 miliar, untuk Covid-19 Rp35 miliar, untuk kebutuhan mendesak terdiri dari pilkada, penunjang DAK dan lain-lain sebesar Rp7,6 miliar.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selanjutnya, penunjang DID sekitar Rp454 juta sehingga sisa dana refocusing yang belum diserap sekitar Rp54 miliar.

Alkisman Ketua Komisi II DPRD Pessel mengatakan, sejauh ini tidak ada transparansi dari Tim Gugus Penanggulangan Covid-19 kemana saja anggaran tersebut dipergunakan. Bahkan, pihaknya menilai bahwa tidak ada hal menonjol yang ditunjukkan dengan anggaran itu.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selain itu, lokasi karantina serta isolasi Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang ditempatkan di Rusunawa Painan Selatan juga dinilai tidak lengkap dan tidaksesuai, ungkapnya.

“Kita tidak pernah tahu apa yang dilakukan oleh tim gugus Kabupaten Pessel, sekarang yang sibuk-sibuk beruforia, padahal masyatakat sudah menjerit, “ujarnya politisi PSBB itu. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB