Pasaman, Prokabar – Musim penerimaan siswa baru telah tiba. Anak tamat TK hendak ke SD, begitu seterusnya. Para orang tua murid mulai lirik kiri kanan, kemana anak mau dimasukan untuk proses pendidikan selanjutnya.
Perihal ini, untuk di Lubuk Sikaping, para orang tua agaknya bisa menjadikan SD Negeri 06 Pauh, Lubuk Sikaping menjadi pilihan utama untuk meneruskan pendidikan anaknya yang baru selesai TK.
Pasalnya, sebagai salah satu sekolah dasar yang menjadi pilot project pemerintah daerah dalam mewujudkan dunia pendidikan yang baik, SD 06 Pauh, juga mampu untuk bersaing di bidang ektra kulikuler. Tidak sedikit anak-anak yang kini di bawah asuhan Kepala Sekolah Eliyusmarti, mampu mengharumkan nama sekolah, baik di tingkat kabupaten hingga provinsi.
“Alhamdulillah, untuk akademisi, SD 06 tidak perlu diragukan lagi. Banyak murid-murid lulusan SD 06 yang kini sukses. Ada yang menjabat di pemerintahan, usahawan dan lainnya. Begitu juga dengan anak yang menonjol di bidang ektra kulikuler. Kami beri wadah dan disuport dengan memberikan pelatihan dan bimbingan,” kata Eliyusmarti yang akrab dipanggil Buk Aji.
Terbaru ini, SD 06 Pauh berhasil menjadi juara I dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kabupaten. Dimana artinya, murid yang ikut berkompetisi dan juara ini, bakal menjadi ujung tombak kabupaten untuk mengikuti ajang yang sama di tingkat Provinsi Sumbar.
“Untuk menjadi yang terbaik di kabupaten yang terdiri dari 12 kecamatan ini tidaklah mudah. Puluhan sekolah berlomba. Keseriusan, gigih hingga perjuangan lainnya dipertaruhkan. Alhamdulillah, kami 06 mampu memberikan dan meraih yang terbaik sebagai juara I di bidang lomba tari dan juara II di bidang nyanyi solo,” kata Buk Aji.
Tidak saja itu, ternyata segudang prestasi tiap tahunnya dicetuskan para siswa dalam ajang perlombaan lainnya. Seperti kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kabupaten beberapa waktu lalu, 12 mendali emas dan perak berhasil digenggam siswa-siswa SD 06 Pauh.
“Kalau untuk prestasi anak didik kami tidak diragukan lagi. Ini berkat guru-guru dan pihak terkait lainnya,” kata Buk Aji.
Perihal prestasi, tentu tidak terlepas dari dukungan fasilitas cukup dan memadai yang ada di sekolah. Untuk perihal fasilitas ini, Buk Aji punya cara tersendiri dalam menyiasati lingkungan sekolah yang sehat, nyaman dan aman.
Melalui komunikasi yang bagus dengan komite, orang tua dan alumni, Buk Aji mampu menghadirkan sekolah dengan fasilitas yang cukup memadai.
“Tiangnya komunikasi, kami jalin komunikasi dengan wali murid dan alumni melalui komite. Kami lempar ide, direspon dengan baik. Mereka alumni yang telah lulus dan ingin berbakti untuk sekolahnya, mereka ikhlas memberi. Ada yang berupa sajadah untuk ruang mushalla di sekolah, kursi dan fasilitas lainnya. Intinya tidak ada paksaan,” jelas Buk Aji.
Terbaru, rencana untuk memberikan lingkungan sekolah yang teduh, rencananya bakal dibangun kanopi besar yang menaungi laman sekolah. “Kita komunikasi dengan orang tua, komite dan alumni. Wahai bapak ibu sekalian, adakah yang punya rezeki lebih dan ingin berbakti untuk sekolah yang telah membesarkan ananda dan anak ananda semua, bila ada, kami pihak sekolah sangat terbuka untuk menerima sumbangan tersebut,” kata Buk Aji.
Siapa sangka, respon bagus hadir dari wali murid, komite dan alumni. Melalui pundi-pundi rupiah yang bernilai kecil dengan segudang manfaat dikumpulkan dari sumbangan alumni hingga wali murid tanpa ada patokan, hasilnya pembangunan kanopi ini sedang berjalan.
“Tiangnya niat, niat kita baik, insyallah pasti ada jalan dan tanpa melanggar dan mengkesampingkan aturan yang ada,” pungkas Buk Aji. (Ola)
















