Daerah

Pilkada Tanah Datar Kian Dekat, Balon Pun Mulai Bermunculan

Tanah Datar, Prokabar – Alek demokrasi di Luhak Nan Tuo akan segera berlansung. Berbagai nama pun telah mengapung ke permukaan, dan bahkan menjelang habisnya masa kepemimpinan Irdinansyah Tarmizi dan Zuldafri Darma, secara terang terangan muncul nama-nama tokoh asal Tanah Datar.

Dari berbagai narasumber yang dirangkum munculnya nama nama tokoh itu menandakan, jika untuk menjadi orang nomor satu di Tanah Datar masih diminati. Dari beberapa nama tokoh-tokoh yang muncul, tersebut nama Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumbar Febby DT. Bangso bakal maju dari jalur non partai atau independen.

“Secara kelembagaan, selaku pimpinan parpol tentu sangat berharap maju melalui parpol, tapi secara rasional partai PKB di Tanah Datar belum beruntung, berkaca dari pengalaman saat maju di Pilkada Kota Bukittinggi maka jalur independent ini tetap harus ditempuh agar pada akhir nanti tidak ada alasan tidak sampai ke KPU,” sebut Febby.

Melihat gelombang politik saat ini di Kabupaten Tanah Datar, beberapa tokoh politik sudah mulai menebar pesonanya untuk menarik perhatian parpol, yakni Rony Mulyadi DT. Bungsu, pendatang baru yang terpilih menjadi anggota legislatif Dapil III Tanah Datar dari partai Gerindra, Eka Putra Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Rival Pribadi pengusaha dan politikus di Kepri. Ketiganya merupakan para tokoh muda yang selama ini berkiprah di luar Tanah Datar.

Ketua parpol di Tanah Datar, juga sudah diberikan sinyal oleh parpolnya masing-masing untuk diusung pada Pilkada 2020 nantinya.

Seperti Partai Amanat Nasional (PAN) kabarnya, sudah mengusulkan ketua umumnya Irman untuk maju menjadi bakal calon Bupati atau Wakil Bupati Tanah Datar.

Sekretaris Partai PAN DPD Tanah Datar Yulkusmanto menyebutkan, jika pada pileg tahun ini PAN hanya mampu memperoleh 4 kursi dan ini tentu akan membuka peluang untuk partai-partai lain melakukan koalisi agar mencukupi pengusungan calon.

“Untuk PAN sendiri, memang harus ada rekomendasi dari DPW dan DPP. Adanya pengusungan untuk ketua umum, itu hal yang wajar,” ucap Yulkusmanto.

Tidak hanya itu, muncul beberapa nama ketua parpol di Tanah Datar, seperti Nurhamdi Zahari ketua DPD Partai Demokrat, Saidani Ketua Umum PKS Tanah Datar dan Ketua Umum Partai Golongan Karya Zuldafri Darma yang juga menjabat Wakil Bupati saat ini.

Dari sekian nama itu, Zuldafri Darma dipastikan akan berpisah dengan pertahana Irdinansyah Tarmizi untuk maju sebagai orang nomor satu di Tanah Datar.

Hal itu diakui Sekretaris Partai Golkar Tanah Datar Anton Yondra kepada media ini, jika secara kelembagaan Zuldafri Darma maju menjadi bakal calon bupati pada pilkada 2020 mendatang.

Diakuinya, dengan kehilangan 4 kursi pada pileg 2019 lalu bukan berarti partai Golkar tidak bisa untuk mengusung ketua umumnya menjadi bupati. Dengan lobi politik yang sedang berjalan, Ketua DPRD ini juga memastikan sudah mengantongi partai koalisi untuk dipasangkan dengan Zuldafri Darma.

Beralih ke partai PKS, nama kader partai yang juga ketua umumnya Saidani digadang gadangkan akan mencari koalisi dengan partai pemenang pileg 2019 Tanah Datar, yakni Partai Gerindra. Dengan mengantongi 5 kursi di DPRD setempat, PKS menjadi lebih melengang untuk mencari koalisi dengan Gerindra.

Wakil ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar ini menyebutkan, jika kader partai sudah mulai mengusulkan nama-nama untuk berlaga dalam pesta demokrasi 5 tahunan ini.
Ia sebutkan, nama usulan itu yakni Sultani, Markarius Anwar, H. dr. Fidel Fuadi, dt. Majo Basa, Budiman, Ir. H. Amrizal Munaf, Muharlion dan Istiqlal.

Sementara itu, katanya untuk nama calon pasangan koalisi yang beredar dikalangan kader ada Jonnedi dan Ketua Partai Gerindra Tanah Datar Edi Arman, Arkadius dt. Intan Bano dan Eka Putra dari Partai Demokrat, Yuherman Ketua IKTD Jakarta serta pertahana Irdinansyah Tarmizi.

Menurut berbagai kalangan, perkawinan partai politik pendukung saat pilpres 2019 kemungkinan akan terjadi di pilkada 2020 Tanah Datar. Hal itu, tidak terpengaruh di pilkada nantinya.

Wartawan senior Syaril Amga DT. Canang menilai jika munculnya tokoh tokoh putra Tanah Datar menjelang pilkada 2020 adalah hal yang wajar dan itu merupakan harus dimunculkan agar masyarakat dapat mengenal para tokoh itu.

Menurutnya, calon pemimpin untuk Tanah Datar ini memang merupakan pilihan masyarakat, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dari pesona para tokoh itu untuk memimpin Tanah Datar kedepan.

“Dari partai manapun, Bupati Tanah Datar harus memiliki kemampuan untuk menyelesaikan penyakit ekonomi masyarakat di bidang pertanian, dan mampu menyelesaikan permasalahan puluhan tahun yang dihadapi oleh daerah saat ini. Yakni mampu mengatasi kemacetan di pasar 7 nagari yang ada di Tanah Datar,” sebutnya.

Ia menilai, lima pemimpin Tanah Datar sebelumnya gagal menerima tantangan untuk penyelesaian kemacetan di sepanjang pasar nagari.

“Kriteria pemimpin Tanah Datar juga harus memiliki prinsip 3 M. Yakni mau, mampu dan memiliki waktu. Artinya mau dan tidak terlalu mau atau ambisius, ini terkesan sarat dengan kepentingan. Mampu, artinya dalam arti makro yakni mampu mengenal masyarakat, mampu mengenal daerah, kondisi daerah, kemauan masyarakat dan mampu mencari gudang uang untuk dibawa ke Tanah Datar. Masalah punya waktu, jelas harus memilih waktu untuk pengabdian untuk warganya bukan memiliki waktu untuk keluar daerah tanpa manfaat apa apa,” sebut pengacara itu.(eym)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top