Daerah

Pilkada 2020, Kenaikan Anggaran KPU Pessel, Pengamat: Harus Sesuai Kinerja

Pessel, Prokabar – Kenaikan anggaran Pilkada Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Rp13 miliar yang diusulkan KPU setempat ditanggapi banyak pihak.

Pengamatpun menekankan, kenaikan anggaran harus disesuaikan dengan kinerja penyelenggara ke depannya. Bila masih ditemui kesalahan, tidak ada artinya menaikkan anggaran Pilkada.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Negeri Padang (UNP), Eka Vidya Putra menilai, kenaikan atau penurunan anggaran hal wajar dalam pelaksanaan pemilu.

Apabila dibutuhkan kenaikan merupakan konsekuensi wajar yang dilakukan oleh penyelenggara.

Menurutnya, pihak terkait jangan berpikir tentang kenaikan melainkan kegunaan.” Kegunaannya untuk apa? Itu pegangan utamanya,” ujar Eka Vidya kepada wartawan saat dimintai tanggapannya.

Kenaikan anggaran menurutnya, harus sesuai dengan penyelenggaraan ideal yang diharapkan. Dirinya berasumsi jika penyelenggara menaikkan anggaran berarti penting dan dibutuhkan.

Kendati demikian, dirinya tetap mewanti-wanti agar penggunaan anggaran efektif dan efisien.

Jika kenaikan disebabkan memaksimalkan kinerja dalam pendataan, hasilnya data pemilih tidak boleh bermasalah di kemudian hari. Jangan sebaliknya, anggaran untuk honor PPS dan PPK dinaikkan namun kinerjanya tidak meningkat

“Hasil ke depan yang dinikmati data pemilih rapi. Jika dana naik tapi data pemilih tidak rapi, lalu penyelenggara membuat alasan asal-asalan, itu masalah,” ujarnya lagi.

Sebaliknya, apa arti memperkecil anggaran jika penyelenggaraan Pilkada amburadul. Kesalahan yang kerap dilakukan masyarakat hanya mengevaluasi hasil tapi tidak mengevaluasi anggaran yang dipergunakan.

Untuk itu masyarakat harus mengukur pelaksanaan di lapangan ke depannya. Betulkah tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang berdampak pada kualitas demokrasi.

Sehingga proses dan hasil kinerja akan menjadi tolok ukur kenaikan yang dilakukan, ungkapnya.

“Kenaikan anggaran tujuannya pelaksanaan lebih baik. Kalau kinerja masih kurang, masih dijumpai kesalahan yang sama, tidak ada artinya kenaikan anggaran yang diusulkan,” tegasnya.

Ketua KPU Pessel, Epaldi Bahar mengatakan, pihaknya telah mengirim draf usulan anggaran untuk Pilkada serentak 2020 kepada Pemkab setempat.

Kata Epal, anggaran yang diusulkan sebesar Rp36 miliar. Jumlah ini naik dibandingkan Pilkada 2015  hanya menghabiskan anggaran sebanyak Rp23 miliar, artinya naik 13 miliar.

“KPU Kabupaten Pessel sebelumnya, sudah dua kali presentasi usulan anggaran dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pessel,” tutupnya.(min)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top