Ekonomi

Peternak Ayam: Harga Jagung Meroket, Kami Terancam Gulung Kandang

Tanah Datar, Prokabar – Ratusan peternak ayam di Lintau Sembilan Koto melakukan aksi damai ke kantor Bupati dan DPRD Tanah datar, kamis (15/11). Aksi damai ini dilakukan buntut meroketnya harga pakan ternak, khususnya harga jagung dan dedak di pasaran. Sementara, kenaikan harga tersebut tidak diimbangi dengan kenaikan harga telur di pasaran.

Yudi salah seorang peserta aksi damai mengungkapkan, harga telur di pasaran saat ini hanya seribu rupiah perbutir, dan delapan belas ribu satu tikar. Harga tersebut dianggap tidak sebanding dengan cost atau biaya produksi para peternak.

“Kami menuntut, pemerintah mengimbangi harga jual jagung, meski pemerintah telah membuka kran impor, namun harga jual jagung yang didapatkan peternak masih tergolong tinggi,” ucap Yudi salah seorang peserta aksi.

Bagi para peternak, harga jual jagung yang mencapai Rp5.000 – 5.800 merupakan sesuatu hal yang dapat membunuh para peternak ayam. Idealnya, harga jual jagung tersebut senilai Rp3.500 – 4.000.

“Ini sudah 4 bulan berlangsung, kami tidak punya waktu lagi. Jika tidak ada solusi, kami peternak ayam akan gulung kandang, karena hampir 99 persen peternak menggunakan pinjaman bank,” ucapnya.

Selain menuntut turunnya harga jagung, para peserta aksi juga menuntut pemerintah daerah memberdayakan lahan yang selama ini tidak produktif menjadi lahan produktif, terutama ditanami dengan jagung.

Menurut peternak, saat ini kebutuhan pakan ternak di Tanah Datar, khusus jagung mencapai 95 ton perharinya, konsentrat 165 ton perhari, dedak 95 ton perhari dengan jumlah ternak 2 juta lebih ekor ayam. Kebutuhan ini, sampai saat ini belum tercukupi.

“Antara biaya produksi tidak seimbang, dan kebutuhan pakan ternak pun belum tercukupi,” sebut Indra Gunalan yang sekaligus berprofesi sebagai Wali Nagari tigo Jangko.

Sementara itu, Ketua DPRD Anton Yondra yang menerima perwakilan peserta aksi akan mengirimkan surat ke pemerintah pusat terkait aspirasi pedagang ini. Selain itu, juga akan medesak pemerintah melalui dinas pertanian untuk membuka lahan tidur menjadi lahan produktif, terutama ditanami dengan jagung.

“Kita perlu menindak lanjuti hal ini, jika ini kewenangan kami, kami akan membantu para peternak. Jika ini kewenangan pusat, kita akan menyurati pemerintah pusat. Kita juga akan mengkaji dan mendata seluruh peternak ayam di Tanah Datar, agar nanti bisa kita tindak lanjuti,” ujar Anton.

Dalam aksi para peternak ini juga membentangkan spanduk, copot Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang dinilai gagal mencukupi kebutuhan para peternak.(eym)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top