Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk dan Harga yang Tak Terjangkau

Penulis -

Senin, 10 Januari 2022 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Petani di Nagari Pariangan, Tanah Datar mengaku sulit untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Meskipun tersedia, pupuk tersebut pun hanya bisa dibeli dengan kuota terbatas.

Harga jual pupuk kepada petani yang melambung tinggi, turut menjadi persoalan. Harga tersebut dinilai  tidak lagi terjangkau dengan kantong petani.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Kondisi saat ini, padi petani juga tengah diserang hama siput. Tanaman padi  banyak yang mati karena hama yang menyerang batang dan daun tanaman padi usia muda.

” kedala petani disini pertama sekali itu pupuk. Ampun membelinya. Harga yang biasanya Rp.7000/kg, kini Rp. 12000/kg. Comtohnya SS dan NPK,” ucap Daramin, salah seorang petani di Nagari Pariangan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Daramin tak menampik, akibat kelangkaan pupuk, petani ada yang alih fungsi lahan sawah menjadi ladang. Mereka menanam cabe rawit, karena harga jual yang cukup menggiurkan saat ini.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

” ada juga lahan sawah dijadikan cabe rawit, karena cabe rawit harganya Rp. 50 ribu/kg. Lumayan harganya, kita panen sehari dapat 5 kilo, kita sudah bisa untuk menutupi kebutuhan seminggu,” tambahnya. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB