Tanah Datar, Prokabar- Petani di Nagari Pariangan, Tanah Datar mengaku sulit untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Meskipun tersedia, pupuk tersebut pun hanya bisa dibeli dengan kuota terbatas.
Harga jual pupuk kepada petani yang melambung tinggi, turut menjadi persoalan. Harga tersebut dinilai tidak lagi terjangkau dengan kantong petani.
Kondisi saat ini, padi petani juga tengah diserang hama siput. Tanaman padi banyak yang mati karena hama yang menyerang batang dan daun tanaman padi usia muda.
” kedala petani disini pertama sekali itu pupuk. Ampun membelinya. Harga yang biasanya Rp.7000/kg, kini Rp. 12000/kg. Comtohnya SS dan NPK,” ucap Daramin, salah seorang petani di Nagari Pariangan.
Daramin tak menampik, akibat kelangkaan pupuk, petani ada yang alih fungsi lahan sawah menjadi ladang. Mereka menanam cabe rawit, karena harga jual yang cukup menggiurkan saat ini.
” ada juga lahan sawah dijadikan cabe rawit, karena cabe rawit harganya Rp. 50 ribu/kg. Lumayan harganya, kita panen sehari dapat 5 kilo, kita sudah bisa untuk menutupi kebutuhan seminggu,” tambahnya. (eym)
















