Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Petani Ikan Nyaris Mati Suri di Pasaman, Ada Apa

Dibaca : 427

Pasaman, Prokabar — Bisnis ikan kosumsi dilanda kelesuan di Pasaman. Ada yang mati suri, ada pula petani yang benar-benar mati usahanya, alias meninggalkan usaha berkolam ikan.

Sebabnya, harga pakan ikan selangit. Sementara nilai jual ikan kolam kosumsi, begitu-begitu saja. Malahan adanya harga kerap turun.

Salah seorang petani ikan di Rao, Ongah Il mengatakan, saat ini harga pakan ikan jenis pelet apung mencapai Rp280 ribu per karungnya. Ini jauh dari harga biasa yang berkisar Rp200 ribuan.

“Harga pakan yang terus meroket, sedangkan harga jual malah anjlok. Ini sangat memukul semangat dan kantong kami petani,” kata Ongah.

Disamping itu kata Ongah Il, daerah pasar penjualan ikan pun kian tidak menentu. Belum lagi menurunnya permintaan konsumen di sejumlah daerah langganan. Sebab, persaingan bisnis ikan kosumsi ini sangat ketat.

“Kalau daerah lain, baik di utara Padang Sidempuan atau selatan, Bukittinggi dan Payakumbuh, orang itu berani banting harga ikan. Sebab, suplai pakan kemungkinan besar masih normal. Pasaman, mahal pakan ikan karena faktor ongkos,” jelas Ongah.

Hal senada juga disampaikan oleh Petani Ikan lainnya, Acep yang menilai keluhan petani ini cenderung tidak ditanggapi oleh pihak pemerintah daerah setempat.

“Dulu pihak Pemda setempat pernah berjanji tentang pendirian pabrik pakan ikan untuk menjawab permasalahan petani ikan. Sampai kini, diam-diam saja. Mau bagaimana lagi, usaha kami antara hidup segan mati tak mau,” tukas Acep. (Ola).


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top