Tanah Datar, Prokabar – Puluhan hektar areal persawahan di dua kecamatan, Limo Kaum dan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar dibiarkan terlantar begitu saja oleh pemiliknya. Hal ini terjadi karena para petani sulit mendapatkan pasokan air.
Ardi, salah seorang petani mengaku enggan untuk memulai cocok tanam. Kecilnya debit air dari hulu bandar atau saluran irigasi menjadi alasan dibiarkannnya sawah petani tanpa ditanami.
“Mendapatkan air untuk mengairi sawah sangat sulit. Debit air yang kecil tak akan cukup melunakan sawah sebelum dibajak,” ucap Ardi
Ardi menambahkan, untuk bisa mengairi satu petak sawah para petani harus menunggu untuk beberapa hari. Tak jarang, petani juga harus berebutan dengan petani lainnya.
“Kami harus berganti ganti biar bisa mendapatkan air, itupun hanya sedikit,” ucapnya.
Dampak dari tidak ditanaminya puluhan hektar lahan pertanian tersebut, juga berimbas kepada petani yang telah memulai cocok tanam lebih awal. Padi yang telah ditanam, nyaris habis diserang hama tikus. Tak ayal, kondisi seperti ini sangat merugikan para petani. (eym)
















