Petani Cabe Andaleh Baruh Bukik Merugi, Ini Masalahnya

Penulis -

Minggu, 28 April 2019 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Puluhan hektar tanaman cabe warga di Nagari Andaleh Baruh Bukik, Kecamatan Sungayang, Tanah Datar mengalami mati muda. Hal ini terjadi sejak dua pekan terakhir atau saat curah hujan lebih tinggi dari biasanya.

Upik, 42, salah seorang warga Jorong Andaleh, Kenagarian Andaleh Baruh Bukik mengatakan, kejadian ini terjadi menyeluruh pada ladang cabe milik warga.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Jadi matinya itu saat cabe baru berbuah di dahan. Kejadiannya sudah sejak dua pekan ini. Tiba-tiba saja cabe layu dan mati begitu saja saat buahnya belum masak,” sebutnya

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Mati mudanya tanaman cabe tentu saja membuat para petani mengalami kerugian yang tidak sedikit.

“Untuk biaya produksi biasanya tergantung luas lahan. Biasanya kisaran Rp5-10 juta. Sekarang tanaman kami mati semua,” ujarnya mengiba.

Sementara itu Albayani Dt Paduko besar, Walinagari Andaleh Baruh Bukik membenarkan informasi dari warganya tersebut.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Dua pertiga dari luas lahan yang ada di nagari kita adalah lahan pertanian. Separoh dari petani kita merupakan petani cabe dan tanaman muda lainnya. Sejak curah hujan meningkat, tanaman cabe warga kita mengalami mati gadih,” terangnya. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB