Tanah Datar, Prokabar – Puluhan hektar tanaman cabe warga di Nagari Andaleh Baruh Bukik, Kecamatan Sungayang, Tanah Datar mengalami mati muda. Hal ini terjadi sejak dua pekan terakhir atau saat curah hujan lebih tinggi dari biasanya.
Upik, 42, salah seorang warga Jorong Andaleh, Kenagarian Andaleh Baruh Bukik mengatakan, kejadian ini terjadi menyeluruh pada ladang cabe milik warga.
“Jadi matinya itu saat cabe baru berbuah di dahan. Kejadiannya sudah sejak dua pekan ini. Tiba-tiba saja cabe layu dan mati begitu saja saat buahnya belum masak,” sebutnya
Mati mudanya tanaman cabe tentu saja membuat para petani mengalami kerugian yang tidak sedikit.
“Untuk biaya produksi biasanya tergantung luas lahan. Biasanya kisaran Rp5-10 juta. Sekarang tanaman kami mati semua,” ujarnya mengiba.
Sementara itu Albayani Dt Paduko besar, Walinagari Andaleh Baruh Bukik membenarkan informasi dari warganya tersebut.
“Dua pertiga dari luas lahan yang ada di nagari kita adalah lahan pertanian. Separoh dari petani kita merupakan petani cabe dan tanaman muda lainnya. Sejak curah hujan meningkat, tanaman cabe warga kita mengalami mati gadih,” terangnya. (eym)
















