Pessel Tingkatkan Pengawasan Terhadap Pecurian Ikan

Penulis -

Kamis, 7 Januari 2021 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar — Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) yang termasuk sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan laut dan pesisir pantai yang panjang, dituntut harus mampu menjaga dan melestarikan potensi tersebut.

Harapan itu disampaikan karena potensi itu diyakini mampu memberikan kontribusi yang besar kepada daerah, terutama dalam meningkatkan perekonomian masyarakatnya.

Wakil Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar, menegaskan bahwa daerah itu akan terus  berupaya meningkatkan pengawasan terhadap praktek-praktek yang dapat merusak ekosistem laut.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Pengawasan yang dilakukan di antaranya, pencurian ikan dengan menggunakan bom dan racun, pencemaran,  sedimentasi, penambangan, pembangunan konstruksi pantai dan lainnya.

“Upaya itu perlu dilakukan, sebab bila ekosistem laut rusak, akan berimplikasi terhadap penurunan kualitas lingkungan untuk sumberdaya ikan. Termasuk juga erosi pantai yang bisa memicu terjadinya kerusakan pada tempat pemijahan dan daerah asuhan ikan, berkurangnya populasi benur, nener dan produktivitas tangkap udang,” katanya dilansir Prokabar dari MC Pessel, Kamis (7/1).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ditambahkannya bahwa untuk mereduksi tingkat kerusakan ekosistem laut berupa terumbu karang dan penyu, beberapa pulau di daerah itu telah pula ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD).

Pulau-pulau itu antara lain, Pulau  Penyu, Karabak Ketek, Karabak Gadang, Aur Besar dan Pulau Aur Kecil.

Diungkapkannya bahwa di beberapa pulau itu sekarang telah dibangun pula sarana dan prasarana pendukung kegiatan konservasi, dan untuk tempat penangkaran penyu, pos jaga dan dermaga.

“Kegiatan penangkaran penyu bertujuan agar setelah tukik menjadi dewasa dapat dilepas kembali ke perairan umum atau laut. Sedangkan kegiatan transplantasi terumbu karang telah dilakukan pula di sejumlah pulau seperti Aur Besar dan Aur Kecil,” sebutnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Karena berbagai upaya itu, sehingga dia berharap kepada seluruh elemen yang ada di daerah itu agar menjaga kelestarianya.

“Sebab potensi yang cukup besar itu, memang dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata serta budi daya perikanan,” ingatnya mengakhiri. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB